Kelompok HAM Maroko Tuntut 3 Diplomat Israel atas Pelecehan Seksual

Jum'at, 16 September 2022 - 03:00 WIB
loading...
Kelompok HAM Maroko Tuntut 3 Diplomat Israel atas Pelecehan Seksual
Ilustrasi
A A A
RABAT - Asosiasi Hak Asasi Manusia Maroko (AMDH) mengajukan pengaduan terhadap tiga diplomat Israel di Rabat atas tuduhan pelecehan seksual terhadap perempuan Maroko .

Aziz Ghali, kepala AMDH, kelompok hak asasi terbesar di Maroko, mengatakan kepada wartawan bahwa keluhan ini muncul karena sikap "diam" pemerintah terhadap tuduhan diplomat Israel yang bertugas dalam misi pendudukan di negara itu.

Baca: Warga Maroko Turun ke Jalan Potes Kunjungan Panglima Militer Israel

"Menyusul diamnya pemerintah, AMDH memilih untuk mengajukan pengaduan ke Kejaksaan Maroko memintanya untuk membuka penyelidikan atas kejahatan yang dilakukan dan mengambil tindakan," kata Ghali, seperti dikutip dari Middle East Monitor, Kamis (15/9/2022).

Empat karyawan Maroko, kata Ghali, telah dilecehkan secara seksual oleh tiga pejabat Zionis. AMDH menganggap ini sebagai "kejahatan yang setara dengan perdagangan manusia." Dia tidak menyebutkan nama para korban atau diplomat yang terlibat.

Ghali memperbarui permintaan AMDH untuk tidak mengizinkan "kantor komunikasi" Israel dibuka di ibu kota Rabat. Awal bulan ini, penyiar publik Israel Kan melaporkan bahwa delegasi Kementerian Luar Negeri telah dikirim ke Rabat, menyusul tuduhan pelecehan seksual terhadap utusan David Govrin.

Berita Afrika melaporkan media Israel mengatakan utusan itu menghadapi tuduhan mengeksploitasi perempuan Maroko, pelecehan seksual dan paparan tidak senonoh.

Baca: Jenderal Top Israel Lakukan Kunjungan Perdana ke Maroko

Sebelumnya, Kelompok Aksi Nasional Maroko untuk Palestina menuntut untuk "menutup kantor penghubung Israel di Rabat, dan menghentikan normalisasi dengan Israel", menyusul tuduhan pelecehan seksual ini.

Kelompok, yang mencakup sejumlah badan, serikat pekerja dan asosiasi non-pemerintah yang mendukung perjuangan Palestina, mengutuk dalam sebuah pernyataan "diamnya pejabat Maroko" tentang tuduhan tersebut.

Kelompok tersebut mengumumkan bahwa mereka akan mengadakan aksi duduk di ibu kota Maroko, Rabat untuk memprotes "kecurigaan pelecehan seksual dan korupsi" yang terjadi di kantor.
(esn)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2202 seconds (11.210#12.26)