Profil Ahmed Aboutaleb, Wali Kota Rotterdam Muslim yang Baru Saja Berkunjung ke Jakarta
Kamis, 15 September 2022 - 06:01 WIB
loading...
A
A
A
Pada tahun 1987 Aboutaleb lulus dari sekolah teknik elektro. Dia kemudian bekerja sebagai jurnalis dan petugas hubungan masyarakat, sebelum menjadi Direktur Institute for Multicultural Development Forum, organisasi non-pemerintah yang berfokus pada kebijakan integrasi.
Lalu Aboutaleb menjabat sebagai anggota Dewan Kota Amsterdam untuk Partai Buruh. Dalam jabatan tersebut, ia bertanggung jawab atas urusan sosial, pendidikan, dan integrasi dari tahun 2004 hingga pengangkatannya sebagai sekretaris negara untuk urusan sosial dan karyawan dalam Kabinet Balkenende IV pada 22 Februari 2007.
Setelah beralih ke politik nasional, banyak pihak yang mengkritik profilnya. Para politisi mencoba menarik perhatian negatif terhadap latar belakang imigrannya, agamanya, dan kewarganegaraan gandanya.
Selain itu, loyalitas Aboutaleb kepada Belanda juga dipertanyakan di parlemen nasional. Geert Wilders, ketua partai PVV yang anti-imigran, mengajukan mosi tidak percaya terhadapnya pada tahun 2007.
Wilders menuduh kesetiaan Aboutaleb masih kepada Raja Maroko daripada Belanda.
Aboutaleb cukup cerdas menanggapi kritik tersebut. Ia bereaksi tenang dan tersenyum sambil melambaikan paspor Belanda miliknya kepada wartawan.
Bukan hanya tenang dalam menghadapi kritik itu saja, Aboutaleb selalu dikenal sebagai sosok yang cerdas dan mampu tampil sangat baik di hadapan media.
Meskipun begitu, di lain sisi, ia juga tahu persis kapan harus bersikap keras dan pintar memilih nada berbicara seperti apa yang harus digunakan dalam masalah sensitif terkait integrasi.
Lalu Aboutaleb menjabat sebagai anggota Dewan Kota Amsterdam untuk Partai Buruh. Dalam jabatan tersebut, ia bertanggung jawab atas urusan sosial, pendidikan, dan integrasi dari tahun 2004 hingga pengangkatannya sebagai sekretaris negara untuk urusan sosial dan karyawan dalam Kabinet Balkenende IV pada 22 Februari 2007.
Setelah beralih ke politik nasional, banyak pihak yang mengkritik profilnya. Para politisi mencoba menarik perhatian negatif terhadap latar belakang imigrannya, agamanya, dan kewarganegaraan gandanya.
Selain itu, loyalitas Aboutaleb kepada Belanda juga dipertanyakan di parlemen nasional. Geert Wilders, ketua partai PVV yang anti-imigran, mengajukan mosi tidak percaya terhadapnya pada tahun 2007.
Wilders menuduh kesetiaan Aboutaleb masih kepada Raja Maroko daripada Belanda.
Aboutaleb cukup cerdas menanggapi kritik tersebut. Ia bereaksi tenang dan tersenyum sambil melambaikan paspor Belanda miliknya kepada wartawan.
Bukan hanya tenang dalam menghadapi kritik itu saja, Aboutaleb selalu dikenal sebagai sosok yang cerdas dan mampu tampil sangat baik di hadapan media.
Meskipun begitu, di lain sisi, ia juga tahu persis kapan harus bersikap keras dan pintar memilih nada berbicara seperti apa yang harus digunakan dalam masalah sensitif terkait integrasi.
Lihat Juga :