Profil Ahmed Aboutaleb, Wali Kota Rotterdam Muslim yang Baru Saja Berkunjung ke Jakarta
Kamis, 15 September 2022 - 06:01 WIB
loading...
A
A
A
Ahmed Aboutaleb diangkat sebagai Wali Kota Rotterdam pada 5 Januari 2009. Saat itu, Rotterdam menjadi salah satu kota besar Eropa pertama yang menunjuk seorang imigran Muslim sebagai wali kotanya.
Dalam pemilihannya, Dewan Kota Rotterdam menggambarkan Aboutaleb sebagai "inspirasi bagi semua penduduk Rotterdam".
Namun di lain sisi, Aboutaleb tetap mendapatkan kritikan dari banyak pihak, salah satunya dari Partai Leefbaar Rotterdam.
Pemimpin Partai Leefbaar Rotterdam, Ronald Sorenson, sangat menentang penunjukan Aboutaleb. "Dia berasal dari Amsterdam (kedua kota adalah rival tradisional) dan mendukung Ajax (klub sepak bola Amsterdam), tetapi yang lebih buruk adalah kenyataan bahwa dia memiliki dua paspor," ujar dia.
Bukan hanya itu, Dries Mosch, anggota dewan kota dari Leefbaar Rotterdam, mempertanyakan pula apakah pemilihan Aboutaleb adalah langkah yang tepat.
"Aboutaleb adalah seorang Muslim dan dia memiliki dua paspor," ujarnya. "Haruskah dia, dari semua orang, bertanggung jawab atas kota di mana mayoritas penduduk imigran menolak untuk berintegrasi?"
Dalam pemilihannya, Dewan Kota Rotterdam menggambarkan Aboutaleb sebagai "inspirasi bagi semua penduduk Rotterdam".
Namun di lain sisi, Aboutaleb tetap mendapatkan kritikan dari banyak pihak, salah satunya dari Partai Leefbaar Rotterdam.
Pemimpin Partai Leefbaar Rotterdam, Ronald Sorenson, sangat menentang penunjukan Aboutaleb. "Dia berasal dari Amsterdam (kedua kota adalah rival tradisional) dan mendukung Ajax (klub sepak bola Amsterdam), tetapi yang lebih buruk adalah kenyataan bahwa dia memiliki dua paspor," ujar dia.
Bukan hanya itu, Dries Mosch, anggota dewan kota dari Leefbaar Rotterdam, mempertanyakan pula apakah pemilihan Aboutaleb adalah langkah yang tepat.
"Aboutaleb adalah seorang Muslim dan dia memiliki dua paspor," ujarnya. "Haruskah dia, dari semua orang, bertanggung jawab atas kota di mana mayoritas penduduk imigran menolak untuk berintegrasi?"
(sya)
Lihat Juga :