Dilarang Kibarkan Bendera Saat Tampil di Malaysia, Ratu Kecantikan Taiwan Menangis

Rabu, 14 September 2022 - 22:15 WIB
loading...
Dilarang Kibarkan Bendera...
Dilarang Kibarkan Bendera Saat Tampil di Malaysia, Ratu Kecantikan Taiwan Menangis. FOTO/Anews.com
A A A
TAIPEI - Taiwan menuduh China menekan penyelenggara acara perdagangan Malaysia untuk melarang ratu kecantikan Taiwan mengibarkan bendera negara pulau itu di atas panggung.

Miss Taiwan, Kao Man-jung difoto tengah menangis ketika kontestan lain dalam kontes kecantikan muncul di panggung selama upacara pembukaan Kongres Dunia tentang Inovasi dan Teknologi (WCIT) 2022 pada Selasa (13/9/2022), menurut pihak berwenang Taiwan.

Baca: Cegah Invasi Taiwan, AS Dilaporkan Pertimbangkan Sanksi China

"China menekan penyelenggara Malaysia untuk melarang Nona Kao mengibarkan bendera nasional kami di atas panggung," kata Kementerian Luar Negeri Taiwan, Rabu (14/9/2022), seperti dikutip dari AFP.

Kementerian itu juga menambahkan, bahwa pihaknya telah menginstruksikan kantor perwakilannya di Malaysia untuk mengajukan keluhan resmi kepada penyelenggara.

Kementerian Luar Negeri Taiwan menyatakan, penindasan seperti itu "hanya akan membuat orang Taiwan dan komunitas internasional semakin jijik" dan menuduh Beijing melakukan "tindakan keji".

Baca: Apakah China Akan Invasi Taiwan Habis-habisan? Ini Jawaban Beijing

Media Taiwan melaporkan bahwa Kao dihentikan tepat saat dia hendak naik ke atas panggung, sementara kontestan lain terlihat mengibarkan bendera negara mereka. AFP telah menghubungi WCIT untuk meminta komentar.

Sebelumnya di masa lalu, sejumlah selebriti dunia, termasuk bintang pop Amerika Serikat (AS) Madonna dan Katy Perry telah memicu kemarahan di China karena menunjukkan bendera Taiwan, yang dipandang Beijing sebagai bentuk dukungan untuk kemerdekaan pulau itu.

Pada tahun 2016, seorang penyanyi K-pop Taiwan remaja dipaksa untuk meminta maaf karena mengibarkan bendera selama siaran online, yang memicu kemarahan di China dan tuduhan bahwa dia adalah seorang advokat kemerdekaan.

Baca: Delegasi Senator Perancis Tiba di Taiwan

Video permintaan maafnya menjadi viral pada hari pemilihan presiden Taiwan 2016, di mana pulau itu memilih Tsai Ing-wen sebagai pemimpin wanita pertama dalam kemenangan telak.

China menangguhkan semua komunikasi dengan Taiwan setelah kemenangannya dan telah meningkatkan tekanan militer karena pemerintahnya tidak menganggap pulau itu sebagai bagian dari China.

Beijing menganggap pulau demokrasi yang diperintah sendiri itu sebagai bagian dari wilayahnya yang akan direbut suatu hari nanti, dengan paksa jika diperlukan.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pertama Kalinya, China...
Pertama Kalinya, China Pamer Peluncuran Rudal Hipersonik Dongfeng-17 sebagai Pesan untuk AS
Viral! 3 PRT Indonesia...
Viral! 3 PRT Indonesia Dianiaya di Malaysia, 4 Majikan Ditangkap
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
5 Kapal Selam Tercanggih...
5 Kapal Selam Tercanggih ASEAN: Hebat Mana Invincible Singapura vs Nagapasa Indonesia?
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Dibuka, Kilang-kilang Asia Ogah Ikut Demam Minyak Teluk
Israel Bom Lebanon,...
Israel Bom Lebanon, Iran Murka Bakal Kembali Tutup Selat Hormuz
Perjanjian Damai dengan...
Perjanjian Damai dengan Iran Terancam Batal gegara Israel, Begini Tanggapan AS
Rekomendasi
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Mangrove di Kawasan Pesisir Jakarta Terus Diperkuat
Bukan Sekadar Insinyur,...
Bukan Sekadar Insinyur, Alumni ITS Didorong Kuasai Kepemimpinan dan Finansial
10 Fakta Menarik Argentina...
10 Fakta Menarik Argentina Kalahkan Austria di Piala Dunia 2026: Messi Alien!
Berita Terkini
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Infografis
Saat Kecelakaan Maut...
Saat Kecelakaan Maut di Paris, Putri Diana Hamil 10 Minggu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved