Australia Pertimbangkan Jadi Tempat Berlindung Warga Hong Kong

Kamis, 02 Juli 2020 - 17:49 WIB
loading...
Australia Pertimbangkan...
Australia dilaporkan mempertimbangkan untuk menyediakan tempat berlindung yang aman bagi penduduk Hong Kong. Foto/REUTERS
A A A
CANBERA - Australia dilaporkan mempertimbangkan untuk menyediakan tempat berlindung yang aman bagi penduduk Hong Kong. Rencana ini datang setelah Undang-undang Keamanan Nasional baru telah disahkan dan mulai berlaku di Hong Kong.

Perdana Menteri Australia, Scott Morrison mengatakan situasi di Hong Kong sangat memprihatinkan dan pemerintahannya sangat aktif mempertimbangkan proposal untuk mendirikan warga Hong Kong.

( Baca juga: Inggris Tawarkan Kewarganegaraan kepada Tiga Juta Warga Hong Kong )

Ditanya oleh wartawan apakah Australia dapat memperpanjang penawaran "safe haven" kepada warga Hong Kong, Morrison mengiyakannya. Dia mengatakan tindakan itu akan segera dipertimbangkan oleh kabinetnya, mengisyaratkan bahwa itu akan disetujui.

"Kami pikir itu penting dan sangat konsisten dengan siapa kami sebagai manusia," kata Morrison dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Channel News Asia pada Kamis (2/7/2020).

Morrison mengatakan, tidak ada keputusan akhir yang dibuat tentang bagaimana pengaturan Australia akan disusun. "Tetapi, Australia siap untuk melangkah dan memberikan dukungan kepada penduduk Hong Kong," ujarnya.

Sebelumnya, Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson telah menawarkan kesempatan untuk tinggal dan bekerja di Inggris kepada tiga juta penduduk Hong Kong.

( Baca juga: PKS Desak DPR Cabut RUU HIP dari Prolegnas 2020 )

“Undang-Undang Republik Rakyat China tentang Menjaga Keamanan Nasional di Wilayah Administratif Khusus Hong Kong oleh otoritas Hong Kong adalah pelanggaran yang jelas dan serius dari deklarasi bersama China-Inggris 1985," kata Johnson.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
Pilot Australia Terbangkan...
Pilot Australia Terbangkan 2 Buronan Paling Dicari ke Indonesia via Penerbangan Gelap
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
China Kenalkan Senjata...
China Kenalkan Senjata Laser Genggam Lijian untuk Jatuhkan Drone
MoU Ditandatangani,...
MoU Ditandatangani, Iran Nyatakan Kemenangan Atas AS
Gempa Dahsyat M7,8 Filipina,...
Gempa Dahsyat M7,8 Filipina, Warga Syok Dasar Laut kini Jadi Daratan
Rekomendasi
3 Tim Pertama Tersingkir...
3 Tim Pertama Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Dua Jadi Korban Aturan Baru FIFA
Data BNPB: Karhutla...
Data BNPB: Karhutla di 2 Provinsi Hanguskan 8,3 Hektare Lahan
Kritisi Parpol Koalisi,...
Kritisi Parpol Koalisi, Deddy PDIP: Jika Tidak Nyaman dengan Situasi Politik, Silakan Keluar dari Pemerintahan
Berita Terkini
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
6 Tentara Israel Tewas...
6 Tentara Israel Tewas dalam 3 Hari Terakhir Akibat Sergapan Hizbullah
Meski IRGC Tutup Selat...
Meski IRGC Tutup Selat Hormuz, Perundingan Damai AS dan Iran Digelar di Swiss
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved