Krisis Energi Hantam Eropa, Menara Eiffel Tak Lagi Gemerlap
Rabu, 14 September 2022 - 09:23 WIB
loading...
A
A
A
Konsumen utama Paris, termasuk tuan tanah skala besar, jaringan hotel, supermarket, department store dan bisnis, juga akan diminta untuk mengurangi konsumsi energi musim dingin mereka sebesar 10%.
Berita itu muncul ketika kota itu mencatat bahwa Eropa sedang mengalami krisis energi yang digambarkan sebagai yang terburuk sejak 1970-an. Otoritas Paris mengatakan harga energi pada akhir Agustus adalah 1.000 Euro MWh. Harga ini 12 kali lipat dari harga yang tercatat pada waktu yang sama tahun lalu.
"Perlunya ketenangan energi dan transisi ekologi sangat penting," kata otoritas kota itu dalam pengumuman rencana penghematan energinya.
"Menghadapi risiko kekurangan, upaya ketenangan nasional di semua tingkatan harus dilakukan," sambung pernyataan itu.
Baca: Diterjang Krisis, Restoran Vegan Terpaksa Sajikan Menu Daging
Perdana Menteri Prancis Elisabeth Borne pada akhir Agustus mengumumkan bahwa perusahaan-perusahaan di negara itu harus membuat rencana penghematan energi pada akhir September karena kekhawatiran memburuk atas kekurangan listrik dan kenaikan biaya yang tajam karena perang di Ukraina.
Berita itu muncul ketika kota itu mencatat bahwa Eropa sedang mengalami krisis energi yang digambarkan sebagai yang terburuk sejak 1970-an. Otoritas Paris mengatakan harga energi pada akhir Agustus adalah 1.000 Euro MWh. Harga ini 12 kali lipat dari harga yang tercatat pada waktu yang sama tahun lalu.
"Perlunya ketenangan energi dan transisi ekologi sangat penting," kata otoritas kota itu dalam pengumuman rencana penghematan energinya.
"Menghadapi risiko kekurangan, upaya ketenangan nasional di semua tingkatan harus dilakukan," sambung pernyataan itu.
Baca: Diterjang Krisis, Restoran Vegan Terpaksa Sajikan Menu Daging
Perdana Menteri Prancis Elisabeth Borne pada akhir Agustus mengumumkan bahwa perusahaan-perusahaan di negara itu harus membuat rencana penghematan energi pada akhir September karena kekhawatiran memburuk atas kekurangan listrik dan kenaikan biaya yang tajam karena perang di Ukraina.
Lihat Juga :