AS Sebut Perpanjangan Sementara Embargo Senjata Iran Tidak Cukup
Kamis, 02 Juli 2020 - 16:35 WIB
loading...
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Mike Pompeo mengatakan, perpanjangan sementara embargo senjata Iran tidaklah cukup. Foto/REUTERS
A
A
A
WASHINGTON - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Mike Pompeo mengatakan, perpanjangan sementara embargo senjata Iran tidaklah cukup. Dia menegaskan, embargo tersebut harus bersifat jangka panjang.
“Tujuan kami bukan untuk memperpanjang embargo senjata untuk periode waktu yang singkat. Begitulah cara kami terlibat dalam kekacauan ini," kata Pompeo dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Al Arabiya pada Kamis (2/7/2020).
( Baca juga: Iran Sebut Embargo Senjata Kunci dari Kelangsungan Kesepakatan Nuklir )
"Embargo senjata harus dicabut ketika Iran mulai berperilaku dengan cara yang konsisten dengan kemampuan untuk menggerakkan senjata di seluruh dunia, untuk membeli, untuk bertindak dengan cara yang konsisten dengan cara negara-negara normal bertindak," sambungnya.
Dia kemudian mengatakan, jika embargo senjata tidak diperpanjang, maka Washington siap untuk memimpin sebuah langkah yang akan menghasilkan tanggapan terhadap risiko terhadap rezim non proliferasi.
Sebelumnya, dalam pertemuan Dewan Keamanan (DK) PBB, Pompeo kegagalan untuk memperpanjang embargo akan memungkinkan Iran untuk meningkatkan armada kapal selamnya. Dia menyebut hal ini dapat meningkatkan ancaman dalam pengiriman internasional dan kebebasan navigasi.
( Baca juga: AS Dorong Embargo Senjata Iran, Rusia: Kebijakan Mencekik Maksimum )
"Jika Anda gagal bertindak, Iran akan bebas untuk membeli jet tempur buatan Rusia yang dapat mencapai radius 3.000 kilometer, menempatkan kota-kota seperti Riyadh, New Delhi, Roma, dan Warsawa di bidik Iran. ran juga akan dapat membeli teknologi baru untuk proksi di Timur Tengah, seperti Hamas, Hizbullah dan milisi Houthi," ujarnya.
“Tujuan kami bukan untuk memperpanjang embargo senjata untuk periode waktu yang singkat. Begitulah cara kami terlibat dalam kekacauan ini," kata Pompeo dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Al Arabiya pada Kamis (2/7/2020).
( Baca juga: Iran Sebut Embargo Senjata Kunci dari Kelangsungan Kesepakatan Nuklir )
"Embargo senjata harus dicabut ketika Iran mulai berperilaku dengan cara yang konsisten dengan kemampuan untuk menggerakkan senjata di seluruh dunia, untuk membeli, untuk bertindak dengan cara yang konsisten dengan cara negara-negara normal bertindak," sambungnya.
Dia kemudian mengatakan, jika embargo senjata tidak diperpanjang, maka Washington siap untuk memimpin sebuah langkah yang akan menghasilkan tanggapan terhadap risiko terhadap rezim non proliferasi.
Sebelumnya, dalam pertemuan Dewan Keamanan (DK) PBB, Pompeo kegagalan untuk memperpanjang embargo akan memungkinkan Iran untuk meningkatkan armada kapal selamnya. Dia menyebut hal ini dapat meningkatkan ancaman dalam pengiriman internasional dan kebebasan navigasi.
( Baca juga: AS Dorong Embargo Senjata Iran, Rusia: Kebijakan Mencekik Maksimum )
"Jika Anda gagal bertindak, Iran akan bebas untuk membeli jet tempur buatan Rusia yang dapat mencapai radius 3.000 kilometer, menempatkan kota-kota seperti Riyadh, New Delhi, Roma, dan Warsawa di bidik Iran. ran juga akan dapat membeli teknologi baru untuk proksi di Timur Tengah, seperti Hamas, Hizbullah dan milisi Houthi," ujarnya.
(esn)
Lihat Juga :