Rusia: 12.000 Tentara Ukraina Tewas dan Terluka dalam Serangan Balik
Senin, 12 September 2022 - 20:00 WIB
loading...
Prajurit Ukraina memeriksa kendaraan yang rusak, di lokasi pertempuran dengan pasukan Rusia, 26 Februari 2022. Foto/REUTERS/Valentyn Ogirenko
A
A
A
MOSKOW - Kementerian Pertahanan (Kemhan) Rusia mengklaim korban militer Ukraina melebihi 12.000 tentara selama lima hari serangan balasan Kiev.
“Dari jumlah tersebut, lebih dari 4.000 tentara Ukraina tewas dan 8.000 orang lainnya cedera antara 6 dan 10 September di selatan dan timur negara itu,” ungkap juru bicara Kemhan Rusia Letnan Jenderal Igor Konashenkov dalam pengarahan harian pada Minggu (11/9/2022).
Menurut pejabat itu, pasukan Rusia melakukan “serangan presisi” dengan rudal dan artileri yang menargetkan unit pro-Kiev di wilayah Kharkiv, tempat pasukan Rusia mundur sebelumnya sebagai bagian dari apa yang digambarkan Moskow sebagai “penempatan kembali.”
Baca juga: AS Bisa Untung dari Resesi Uni Eropa, Ini Penjelasannya
Rusia mengatakan militernya telah menghancurkan, antara lain, banyak pos komando dan menembak jatuh satu helikopter selama beberapa hari terakhir.
Kementerian Pertahanan Rusia juga menuduh pasukan Ukraina telah menembaki pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Zaporozhye sebanyak 26 kali sejak 1 September.
Fasilitas yang dikendalikan Rusia yang terletak di wilayah Zaporozhye selatan Ukraina direbut pasukan Rusia pada awal Maret, segera setelah Moskow meluncurkan operasi militernya.
Baca juga: Pejabat Hongaria: Uni Eropa Pihak yang Kalah dalam Konflik Ukraina
Pada Minggu, reaktor terakhir yang beroperasi di fasilitas itu dimatikan. Menurut seorang anggota pemerintahan pro-Rusia di kawasan itu, Vladimir Rogov, keputusan itu dibuat karena penembakan yang terus-menerus terhadap pembangkit oleh Ukraina dan kerusakan pada saluran listrik.
“Mode yang terus berubah di mana reaktor dan turbin dipaksa untuk beroperasi, karena serangan, menciptakan risiko kecelakaan,” ungkap Vladimir Rogov kepada RIA-Novosti.
Kiev dan Moskow telah saling menuduh menargetkan PLTN dan mempertaruhkan risiko bencana nuklir selama berbulan-bulan sekarang.
Dalam briefing Minggu, Kementerian Pertahanan Rusia juga menuduh militer Ukraina sengaja menyerang “infrastruktur energi di wilayah yang dibebaskan,” termasuk di Republik Rakyat Donetsk.
“Dari jumlah tersebut, lebih dari 4.000 tentara Ukraina tewas dan 8.000 orang lainnya cedera antara 6 dan 10 September di selatan dan timur negara itu,” ungkap juru bicara Kemhan Rusia Letnan Jenderal Igor Konashenkov dalam pengarahan harian pada Minggu (11/9/2022).
Menurut pejabat itu, pasukan Rusia melakukan “serangan presisi” dengan rudal dan artileri yang menargetkan unit pro-Kiev di wilayah Kharkiv, tempat pasukan Rusia mundur sebelumnya sebagai bagian dari apa yang digambarkan Moskow sebagai “penempatan kembali.”
Baca juga: AS Bisa Untung dari Resesi Uni Eropa, Ini Penjelasannya
Rusia mengatakan militernya telah menghancurkan, antara lain, banyak pos komando dan menembak jatuh satu helikopter selama beberapa hari terakhir.
Kementerian Pertahanan Rusia juga menuduh pasukan Ukraina telah menembaki pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Zaporozhye sebanyak 26 kali sejak 1 September.
Fasilitas yang dikendalikan Rusia yang terletak di wilayah Zaporozhye selatan Ukraina direbut pasukan Rusia pada awal Maret, segera setelah Moskow meluncurkan operasi militernya.
Baca juga: Pejabat Hongaria: Uni Eropa Pihak yang Kalah dalam Konflik Ukraina
Pada Minggu, reaktor terakhir yang beroperasi di fasilitas itu dimatikan. Menurut seorang anggota pemerintahan pro-Rusia di kawasan itu, Vladimir Rogov, keputusan itu dibuat karena penembakan yang terus-menerus terhadap pembangkit oleh Ukraina dan kerusakan pada saluran listrik.
“Mode yang terus berubah di mana reaktor dan turbin dipaksa untuk beroperasi, karena serangan, menciptakan risiko kecelakaan,” ungkap Vladimir Rogov kepada RIA-Novosti.
Kiev dan Moskow telah saling menuduh menargetkan PLTN dan mempertaruhkan risiko bencana nuklir selama berbulan-bulan sekarang.
Dalam briefing Minggu, Kementerian Pertahanan Rusia juga menuduh militer Ukraina sengaja menyerang “infrastruktur energi di wilayah yang dibebaskan,” termasuk di Republik Rakyat Donetsk.
(sya)
Lihat Juga :