Minta Tambahan Senjata, Menlu Ukraina: Kami Telah Tunjukkan Dapat Kalahkan Rusia

Minggu, 11 September 2022 - 18:25 WIB
loading...
Minta Tambahan Senjata,...
Minta Tambahan Senjata, Menlu Ukraina: Kami Telah Tunjukkan Dapat Kalahkan Rusia. FOTO/Reuters
A A A
KIEV - Keberhasilan serangan balasan terhadap Rusia menunjukkan Ukraina dapat mengalahkan pasukan Moskow, tetapi Kiev membutuhkan lebih banyak senjata dari mitranya. Hal itu diungkapkan Menteri Luar Negeri Ukraina, Dmytro Kuleba, Sabtu (10/9/2022).

Sebelumnya pada hari Sabtu, Moskow meninggalkan benteng utamanya di timur laut Ukraina dalam keruntuhan tiba-tiba salah satu garis depan utama perang, setelah pasukan Ukraina membuat kemajuan pesat.

Baca: Rusia Tarik Pasukan, Zelensky Klaim Rebut 2.000 Kilometer Wilayah Ukraina

Kuleba, yang berbicara pada konferensi pers dengan timpalannya dari Jerman Annalena Baerbock, mengatakan, beberapa sekutu awalnya ragu-ragu untuk mengirim senjata, dengan alasan risiko memusuhi Presiden Rusia Vladimir Putin.

"Sekarang, syukurlah, kami tidak lagi mendengar argumen ini. Kami telah menunjukkan bahwa kami mampu mengalahkan tentara Rusia. Kami melakukannya dengan senjata yang diberikan kepada kami," kata Kuleba, seperti dikutip dari Reuters.

"Jadi saya tegaskan lagi: semakin banyak senjata yang kita terima, semakin cepat kita menang, dan semakin cepat perang ini akan berakhir," lanjutnya.

Meskipun Jerman telah mengirim howitzer self-propelled ke Ukraina, Kiev juga menginginkan tank tempur utama Leopard, kendaraan tempur infanteri Marder dan tank anti-pesawat Gepard.

Baca: Diplomat: HIMARS Kunci Kehancuran Pasukan Rusia, Keberhasilan Ukraina

Kuleba, yang di masa lalu telah mengkritik Jerman atas apa yang dia katakan adalah kelambatannya dalam mengirim senjata, mengeluh bahwa Ukraina membayar harga untuk debat internal.

"Setiap hari, ketika seseorang di Berlin sedang mempertimbangkan, menerima saran, atau berkonsultasi tentang apakah akan memberikan tank atau tidak, seseorang meninggal di Ukraina, karena fakta bahwa tank tidak datang," katanya.

Sementara Baerbock menjanjikan bantuan militer lebih lanjut dan tidak mengesampingkan pengiriman tank tempur utama gaya Barat. "Saya tahu bahwa waktu sangat penting. Beberapa minggu dan bulan ke depan akan sangat penting," lanjutnya.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia dan Ukraina Makin...
Rusia dan Ukraina Makin Jauh dari Perdamaian, Apa Pemicunya?
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Bom Ransel Meledak di...
Bom Ransel Meledak di Apartemen Monako, Oligarki Ukraina Vadym Iermolaiev Terluka
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Jerman Diguncang Penembakan,...
Jerman Diguncang Penembakan, 6 Orang Tewas
Bumi Eropa Membara,...
Bumi Eropa Membara, Dunia Memilih Bisu: Pelajaran dari Gelombang Panas yang Tak Lagi Anomali
Laporan Media: Iran...
Laporan Media: Iran - AS Sepakat Hentikan Serangan, Gelar Pertemuan Darurat di Qatar
Pemerintah Arab Saudi...
Pemerintah Arab Saudi Cuci Ka'bah Hari Ini, Gunakan Air Zamzam dan Wewangian
Rekomendasi
MUF Dorong Adopsi Kendaraan...
MUF Dorong Adopsi Kendaraan Listrik bagi Nasabah Bank Mandiri lewat EV Coffee & Drive
Ayah Hadir, Indonesia...
Ayah Hadir, Indonesia Kuat: Melawan Fenomena Fatherless demi Generasi Emas 2045
Gapasdap: Penggunaan...
Gapasdap: Penggunaan B50 untuk Kapal Bebani Biaya Operasional Angkutan Penyeberangan
Berita Terkini
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
Media Asing Soroti Nasib...
Media Asing Soroti Nasib Nadiem Divonis 10 Tahun Penjara: Eks Bos Gojek yang Dinyatakan Korupsi
Menteri Israel Usulkan...
Menteri Israel Usulkan Rencana Relokasi Gaza yang Libatkan Mossad
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Apakah Gerakan Amal...
Apakah Gerakan Amal Bisa Menggantikan Hizbullah?
Infografis
AS Siapkan 100 Hari...
AS Siapkan 100 Hari Lagi untuk Damaikan Rusia dan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved