Viral karena Parodikan Gaya Salt Bae, Penjual Mie Diciduk Polisi

Minggu, 11 September 2022 - 09:51 WIB
loading...
Viral karena Parodikan...
Penjual mie di Vietnam yang dikenal sebagai Green Union Bae ditangkap polisi karena parodinya menirukan Salt Bae dianggap mengkritik pejabat. Foto/BBC
A A A
HANOI - Seorang penjual mie yang memparodikan gaya koki selebriti asal Turki Nusret Gokce, yang dikenal sebagai Salt Bae, di Vietnam ditangkap karena dianggap melakukan propaganda anti-negara.

Bui Tuan Lam (38) tahun lalu memposting video yang secara luas dianggap mengejek seorang menteri senior pemerintah. Itu terkait sebuah video yang memperlihatkan pejabattersebut sedang diberi steak bertatahkan emas oleh Salt Bae, yang steaknya berharga hingga USD1.725 atau sekitar Rp25,5 juta.

Harga itu membuat heran karena banyak yang hidup dalam kemiskinan di Vietnam, negara satu partai yang sering memenjarakan para kritikus.

Istri Bui Tuan Lam mengatakan kepada BBC Vietnam bahwa Lam "diculik" pada Rabu sore oleh polisi, yang kembali bersamanya beberapa jam kemudian dengan surat perintah untuk menggeledah rumahnya.

Dia mengatakan mereka telah mempersiapkan mental untuk penangkapan sejak suaminya dipanggil oleh polisi November lalu.

Lam, yang mengelola warung mie daging sapi di kota Danang, pada saat itu mengatakan kepada BBC bahwa dia tidak mengerti mengapa dia dipanggil, menambahkan bahwa polisi mengatakan itu harus "dirahasiakan".

Baca: Salt Bae Sudah Berita Lama, Green Onion Bae Ini Dipanggil Polisi karena Videonya

Dia ditangkap pada hari Rabu di bawah Pasal 117, sebuah pasal dengan penafsiran luas yang mengkriminalisasi meraka yang memproduksi atau menyebarkan informasi "menentang" negara seperti dikutip dari BBC, Minggu (11/9/2022).

Polisi mengatakan pihak berwenang telah berulang kali memperingatkan Lam agar tidak memposting konten yang menghina kehormatan dan reputasi para pemimpin.

Parodi "Green Onion Bae" yang dideskripsikan sendiri oleh Lam diposting beberapa hari setelah Jenderal To Lam, Menteri Keamanan Publik Vietnam, divideokan sedang makan di restoran mahal milik Salt Bae di London.

Harga steak tidak tercantum di situs webnya, tetapi menurut ulasan steak berlapis emas berkisar antara hingga USD1.725.

Baca: Gempar, Pemimpin Komunis Vietnam Makan Steak Lapis Emas Rp28 Juta Disuapi Salt Bae

Video menteri yang sekarang dihapus itu menimbulkan kemarahan, memicu pertanyaan di media sosial dengan banyak yang mengatakan hidangan itu harganya lebih mahal daripada upah bulanan menteri antara USD600 (Rp8,8 juta) dan USD800 (Rp11,8 juta).

Menurut Wakil Direktur Asia Human Right Watch Phil Robertson, Lam telah dikaitkan dengan advokasi demokrasi di Vietnam selama dekade terakhir dan tidak diizinkan meninggalkan negara itu sejak 2014.

"Otoritas Vietnam secara teratur mendefinisikan komentar apa pun yang tidak mereka sukai sebagai 'propaganda melawan negara', menjadikan Vietnam salah satu pemerintah paling kurus di kawasan itu dalam hal kritik publik," kata Robertson.

"Ejekan adalah bentuk ekspresi yang sah yang tidak boleh dianggap sebagai kejahatan," tegasnya.

Vietnam, yang dulunya merupakan salah satu negara termiskin di dunia, telah mengalami pertumbuhan ekonomi yang signifikan selama 30 tahun terakhir. Meski begitu, sebagian besar penduduknya masih hidup di bawah garis kemiskinan.

Negara satu partai ini sering dikritik oleh kelompok hak asasi karena tidak toleran terhadap perbedaan pendapat.

Pada tahun 2018, seorang pembangkang dan blogger terkenal yang dikenal sebagai Mother Mushroom dibebaskan dari penjara dan diizinkan terbang untuk tinggal di Amerika Serikat (AS). Dia telah dijatuhi hukuman 10 tahun penjara pada tahun 2017, dituduh menyebarkan propaganda melawan negara.

Baca: 32 Orang Tewas dalam Kebakaran Bar Karaoke di Vietnam
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Bertekad Jadi Vietnam...
Iran Bertekad Jadi 'Vietnam Kedua' yang Bikin AS Kalah Perang Secara Memalukan
Gubernur di Korsel Usul...
Gubernur di Korsel Usul Impor Wanita Vietnam untuk Atasi Krisis Populasi, Picu Kemarahan
1.250 Orang Tewas Akibat...
1.250 Orang Tewas Akibat Banjir Besar di 6 Negara Asia, Apa Penyebabnya?
Daftar Negara dengan...
Daftar Negara dengan Tentara Terbanyak di Asia Tenggara pada 2025
5 Negara Paling Sukses...
5 Negara Paling Sukses Melawan Kemiskinan, Salah Satunya Jadi Negara Adidaya
5 Paspor yang Lebih...
5 Paspor yang Lebih Lemah dari Indonesia dan Faktor Penyebabnya
Kasus Penyelundupan...
Kasus Penyelundupan 796 Kg Sisik Trenggiling, WN Vietnam Diserahkan ke Kejari Cilegon
Teken Perjanjian Damai...
Teken Perjanjian Damai dengan AS, Dubes Iran: InsyaAllah Kita Dapat Perdamaian Permanen di Kawasan
2 Gempa Dahsyat M7,2-7,5...
2 Gempa Dahsyat M7,2-7,5 Guncang Venezuela, 32 Orang Tewas 700 Luka
Rekomendasi
Amalan Jumat: Raih Cahaya...
Amalan Jumat: Raih Cahaya dengan Membaca Surat Al-Kahfi
T1, Inikah Mobil Listrik...
T1, Inikah Mobil Listrik Pertama BAIC di Indonesia?
Purbaya Bakal Tempatkan...
Purbaya Bakal Tempatkan Dana Rp400 Triliun Lagi di Himbara
Berita Terkini
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Infografis
Deretan Nama Perwira...
Deretan Nama Perwira Polisi yang Terseret Kasus Narkoba
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved