Minta Cabut Sanksi, Taipan Rusia Imingi Ukraina Rp14,8 Triliun

Sabtu, 10 September 2022 - 11:47 WIB
loading...
Minta Cabut Sanksi, Taipan Rusia Imingi Ukraina Rp14,8 Triliun
Mikhail Fridman, taipan Rusia salah satu pendiri Alfa Bank, membujuk Inggris agar mencabut sanksi terhadapnya. Sebagai imbalan, dia akan berikan Rp14,8 triliun untuk membangun kembali Ukraina. Foto/REUTERS
A A A
LONDON - Seorang taipan Rusia meminta Inggris untuk mencabut sanksi terhadapnya. Sebagai imbalannya, dia menawarkan USD1 miliar atau lebih dari Rp14,8 triliun dari kekayaan pribadinya untuk membangun kembali Ukraina .

Taipan yang berupaya membujuk London itu adalah Mikhail Fridman, salah satu pendiri Alfa Bank Rusia.

Menurut laporan Wall Street Journal (WSJ), jika Inggris mencabut sanksi terhadapnya, Fridman akan mentransfer USD1 miliar dari kekayaan pribadinya—yang saat ini dibekukan di bawah sanksi Inggris—kepada anak perusahaan Alfa di Ukraina.

Dari anak perusahaan itulah, uang itu akan digunakan untuk membantu membangun kembali Ukraina.

Baca juga: Serukan Vladimir Putin Digulingkan dan Diadili, 5 Pejabat Rusia Ditangkap

“Bank ingin, sebagai salah satu bank swasta terbesar di Ukraina, menjadi pemain aktif dalam memulihkan ekonomi Ukraina setelah perang,” kata ketua dewan pengawas cabang Alfa di Ukraina, Roman Shpek, kepada media Amerika Serikat tersebut, Jumat (9/9/2022).

Dia menjelaskan dana tersebut dapat digunakan untuk membantu Kiev membangun kembali berbagai bidang-bidang seperti infrastruktur, perawatan kesehatan, serta ketahanan pangan dan energi.

Perusahaan awalnya mengusulkan transfer pada bulan Juni ke Bank Nasional Ukraina, yang persetujuannya akan diperlukan sebelum masalah tersebut dapat diteruskan ke Uni Eropa.

Uni Eropa pada akhirnya akan bertanggung jawab untuk membiarkan dana tersebut meninggalkan Eropa, dan anak perusahaan Alfa Ukraina mengajukan petisi kepada Dewan Eropa atas nama Fridman minggu lalu.

Fridman, yang lahir di kota Lviv di Ukraina barat, mengundurkan diri sebagai direktur perusahaan induk Alfa pada Maret, beberapa hari setelah sanksi dijatuhkan oleh Uni Eropa dan Inggris.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1432 seconds (11.252#12.26)