Muncul Lagi, Teori Kontroversial yang Sebut Ratu Elizabeth II Keturunan Nabi Muhammad
Sabtu, 10 September 2022 - 09:21 WIB
loading...
A
A
A
Klaim ahli silsilah kerajaan itu dianggap banyak pihak salah. Suratnya kepada Margaret Thatcher diduga sebagai trik untuk mempopulerkan desas-desus yang dia buat dan kini terbukti muncul lagi di berbagai media asing, termasuk Alaraby.co.uk.
Menurut teori Brooks-Baker, mendiang raja Inggris terhubung ke Nabi Muhammad melalui Earl of Cambridge abad ke-14, yang memiliki nenek moyang yang berasal dari Spanyol Muslim abad pertengahan. Hubungan dengan Spanyol adalah dari sosok Putri Zaidaasal Sevilla yang beragama Islam pada abad ke-11—yang dikatakan telah memeluk agama Kristen dan menjadi selir Raja Alfonso VI dari Kastilia.
Tidak jelas apakah Zaida, bagaimanapun, adalah keturunan asli Nabi Muhammad.
Meskipun demikian, klaim tersebut telah mendapatkan daya tarik di antara beberapa Muslim, di mana mantan Mufti Agung Mesir Ali Gomaa mengatakan pada tahun 2018 bahwa Elizabeth II memiliki ikatan darah dengan Nabi sejak 43 generasi.
Hubungan antara bangsawan Inggris dan Nabi Muhammad juga belum sepenuhnya ditolak oleh sejarawan Inggris, di mana David Starkey mengatakan pada 2018 bahwa teori itu "sama sekali tidak aneh".
Namun, beberapa orang memandang klaim Brooks-Baker itu dengan skeptis.
Menurut teori Brooks-Baker, mendiang raja Inggris terhubung ke Nabi Muhammad melalui Earl of Cambridge abad ke-14, yang memiliki nenek moyang yang berasal dari Spanyol Muslim abad pertengahan. Hubungan dengan Spanyol adalah dari sosok Putri Zaidaasal Sevilla yang beragama Islam pada abad ke-11—yang dikatakan telah memeluk agama Kristen dan menjadi selir Raja Alfonso VI dari Kastilia.
Tidak jelas apakah Zaida, bagaimanapun, adalah keturunan asli Nabi Muhammad.
Meskipun demikian, klaim tersebut telah mendapatkan daya tarik di antara beberapa Muslim, di mana mantan Mufti Agung Mesir Ali Gomaa mengatakan pada tahun 2018 bahwa Elizabeth II memiliki ikatan darah dengan Nabi sejak 43 generasi.
Hubungan antara bangsawan Inggris dan Nabi Muhammad juga belum sepenuhnya ditolak oleh sejarawan Inggris, di mana David Starkey mengatakan pada 2018 bahwa teori itu "sama sekali tidak aneh".
Namun, beberapa orang memandang klaim Brooks-Baker itu dengan skeptis.
Lihat Juga :