Pasokan Air ke PLTN Zaporozhye Tercemar karena Serangan Ukraina

Rabu, 07 September 2022 - 10:47 WIB
loading...
Pasokan Air ke PLTN...
PLTN Zaporozhye di Energodar, Ukraina. Foto/neimagazine
A A A
MOSKOW - Penembakan terbaru oleh pasukan Ukraina di daerah yang dikuasai Rusia di sekitar pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Zaporozhye menyebabkan kebocoran bahan bakar minyak (BBM).

Kepala administrasi Energodar Alexander Volga mengatakan hal itu pada Selasa (6/9/2022).

Pejabat itu mengatakan serangan Ukraina yang menargetkan pembangkit listrik thermal di kota Energodar mengenai tangki bahan bakar minyak, yang bocor ke saluran yang memasok air ke PLTN Zaporozhye.

Dia menyatakan spesialis sekarang bekerja di daerah itu untuk menghentikan kebocoran.

Baca juga: NATO Kesulitan Pasok Seragam Musim Dingin untuk Tentara Ukraina

Pejabat Energodar juga mengatakan pasukan Kiev terus melakukan serangan terhadap PLTN tersebut meskipun ada inspektur Badan Energi Atom Internasional (IAEA) di fasilitas tersebut.

Pengawas nuklir PBB mengunjungi PLTN Zaporozhye pekan lalu untuk melakukan inspeksi terhadap pabrik dan menilai kondisinya.

Setelah ditunjukkan fasilitas dan melakukan wawancara dengan personel Rusia dan Ukraina di lapangan, delegasi meninggalkan fasilitas pada Senin serta meninggalkan dua anggotanya.

Kepala IAEA Rafael Grossi mengatakan badan tersebut akan "membangun kehadiran yang berkelanjutan" di PLTN tersebut.

Sementara Grossi telah secara terbuka mengkonfirmasi pembangkit listrik telah rusak akibat penembakan, dia sejauh ini menahan diri untuk tidak menyalahkan satu pihak. Laporan oleh badan tersebut diterbitkan pada Selasa.

Moskow telah berulang kali menuduh pasukan Kiev menyerang PLTN tersebut. Rusia memperingatkan penembakan lebih lanjut dapat memicu bencana nuklir yang setara dengan bencana Chernobyl 1986.

Kiev, bagaimanapun, membantah menargetkan PLTN dan bersikeras pasukan Rusia yang menembaki daerah itu sambil menempatkan perangkat keras militer di sana.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Zelensky Siap Berunding...
Zelensky Siap Berunding Langsung dengan Putin untuk Akhiri Perang Rusia-Ukraina
Rusia Tidak Takut dengan...
Rusia Tidak Takut dengan Ancaman Sanksi Besar-besaran dari Barat
Putin Usul Rusia-Ukraina...
Putin Usul Rusia-Ukraina Berunding Langsung Tanpa Prasyarat di Istanbul 15 Mei
Presiden Negara NATO...
Presiden Negara NATO Sebut Jalan Kemenangan Perang Ukraina atas Rusia Telah Hancur
Ini Jawaban Rusia setelah...
Ini Jawaban Rusia setelah Ditekan untuk Gencatan Senjata 30 Hari dengan Ukraina
Putin Perintahkan Gencatan...
Putin Perintahkan Gencatan Senjata 3 Hari Dimulai, Ukraina Sebut Hanya Sandiwara
Daftar Harga Gas di...
Daftar Harga Gas di Negara-negara Eropa, Dari yang Termahal hingga Paling Murah
Netanyahu Tolak Gencatan...
Netanyahu Tolak Gencatan Senjata, meski Hamas Bakal Bebaskan Sandera AS-Israel
Dipenjara ICC, Mantan...
Dipenjara ICC, Mantan Presiden Filipina Duterte Unggul dalam Pilwalkot Davao
Rekomendasi
Statistik Jay Idzes...
Statistik Jay Idzes saat Keluarkan Venezia dari Zona Degradasi Serie A
Jenazah Kolonel Cpl...
Jenazah Kolonel Cpl Antonius Hermawan Korban Ledakan Amunisi Dimakamkan di Sleman
Shabrina Leonita Bawakan...
Shabrina Leonita Bawakan ‘Kali Kedua’ Bareng Raisa, dapat Standing Ovation dan Pujian Juri
Berita Terkini
Hamas Bebaskan Sandera...
Hamas Bebaskan Sandera Israel-Amerika Edan Alexander, Zionis Tetap Bombardir Gaza
Australia Kirim Kapal...
Australia Kirim Kapal Perang untuk Misi yang Targetkan Korea Utara
India Tak Gentar dengan...
India Tak Gentar dengan Ancaman Senjata Nuklir Pakistan
Begini Spesifikasi Boeing...
Begini Spesifikasi Boeing 747-8, Hadiah Pesawat Supermewah Qatar untuk Donald Trump
Trump Bilang Bodoh Jika...
Trump Bilang Bodoh Jika Menolak Hadiah Pesawat Mewah Rp6,6 Triliun dari Qatar
PM India Narendra Modi:...
PM India Narendra Modi: Pakistan Panik dan Memohon Gencatan Senjata
Infografis
Pakistan Perintahkan...
Pakistan Perintahkan Militer untuk Membalas Serangan India
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved