Israel Akui Tembakan Tentaranya Mungkin yang Membunuh Jurnalis Abu Akleh

Selasa, 06 September 2022 - 08:28 WIB
loading...
Israel Akui Tembakan...
Poster bergambar Shireen Abu Akleh, jurnalis Palestina-AS yang ditembak tentara Israel. Militer Israel akui tembakan tetaranya kemungkinan besar yang membunuh Abu Akleh. Foto/REUTERS
A A A
TEL AVIV - Militer Zionis akhirnya mengakui kematian jurnalis Palestina-Amerika Serikat (AS), Shireen Abu Akleh, kemungkinan besar akibat ditembak oleh seorang tentara Israel .

Itu adalah hasil penyelidikan militer Israel yang diumumkan hari Senin. Meski demikian, kesimpulan itu menegaskan bahwa tembakan yang membunuh Akleh merupakan ketidaksengajaan.

Abu Akleh, seorang jurnalis untuk Al Jazeera, ditembak mati pada 11 Mei saat meliput operasi militer Israel di kota Jenin, Tepi Barat—wilayah Palestina yang diduduki Zionis Israel.

Baca juga: Israel dan Arab Saudi, Bukan Lagi Musuh tapi Kurang Bersahabat

Sejak terbunuh, pelaku penembakan tersebut terus diperdebatkan.

"Ada kemungkinan besar bahwa Abu Akleh secara tidak sengaja terkena tembakan [tentara] Israel yang ditembakkan ke arah tersangka yang diidentifikasi sebagai pria bersenjata Palestina," bunyi kesimpulan militer Israel, seperti dikutip Reuters, Selasa (6/9/2022).

Kendati demikian, kesimpulan itu lagi-lagi bersayap karena juga mengatakan kemungkinan Abu Akleh ditembak pria bersenjata Palestina.

Kepala Staf Pasukan Pertahanan Israel (IDF) Aviv Kohavi mengatakan kematian Abu Akleh adalah insiden yang menghancurkan yang terjadi selama kegiatan operasional untuk mencegah "teror Palestina”.

"Wartawan itu tewas di tengah tembak-menembak yang berlangsung selama hampir satu jam," katanya.

IDF mengatakan tidak akan mengajukan tuntutan pidana atau penuntutan terhadap salah satu tentara Israel yang terlibat dalam insiden itu.

"Karena tidak ada kecurigaan tindak pidana yang menjamin pembukaan penyelidikan MPCID [Military Police Criminal Investigations Division]," kata IDF.

Kesimpulan militer Israel yang bersayap bertentangan dengan temuan investigasi yang dilakukan oleh PBB dan Otoritas Palestina, serta beberapa media termasuk CNN dan Associated Press.

Rekaman video serta kesaksian saksi mata yang digali dari penyelidikan menunjukkan bahwa tidak ada pertempuran aktif atau militan Palestina di dekat Abu Akleh pada saat-saat menjelang kematiannya, yang memicu kemarahan internasional.

Abu Akleh juga terlihat mengenakan rompi pelindung dan helm berlabel “PRESS” di bagian depan dan belakang saat dia berdiri di samping wartawan lain yang juga mengenakan perlengkapan pers mereka.

IDF, bagaimanapun, bersikeras bahwa tentara Israel tidak tahu siapa yang mereka tembak.

Investigasi CNN pada bulan Mei menunjukkan bahwa Abu Akleh, mungkin sengaja menjadi sasaran pasukan Israel.

Al Jazeera, dalam sebuah pernyataan, menggambarkan pembunuhan jurnalisnya itu sebagai pembunuhan terang-terangan.

"Abu Akleh dibunuh dengan darah dingin," kata media yang berbasis di Qatar tersebut.

Al Jazeera telah meminta pihak berwenang Israel untuk bertanggung jawab atas insiden tersebut.

Keluarga Abu Akleh menolak hasil penyelidikan Israel, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa itu bertujuan untuk mengaburkan kebenaran dari apa yang terjadi.

“Keluarga kami tidak terkejut dengan hasil ini karena jelas bagi siapa pun bahwa penjahat perang Israel tidak dapat menyelidiki kejahatan mereka sendiri,” bunyi pernyataan keluarga Abu Akleh.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Toyota dan Nissan Sebut...
Toyota dan Nissan Sebut Mobil yang Diproduksi di AS Berkualitas Lebih Rendah dari Jepang
Update Korban Gempa...
Update Korban Gempa Venezuela: 235 Orang Tewas dan 70.000 Keluarga Terdampak
Presiden Korsel Lee...
Presiden Korsel Lee Jae Myung Murka Negaranya Tersingkir di Piala Dunia: Tidak Kompeten!
Rekomendasi
Indonesia Buka Peluang...
Indonesia Buka Peluang Ekspor 10.000 Ton Beras ke Singapura
BTS Bakal Gelar The...
BTS Bakal Gelar The City, London Eye hingga Sungai Thames Disulap Jadi Pusat Perayaan ARMY
Tutup Akun Kredivo via...
Tutup Akun Kredivo via Link Sembarangan? Awas Risiko Phishing
Berita Terkini
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Darat dan Udara ke Afghanistan, 29 Tentara Taliban Tewas
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
1.300 Orang Tewas Akibat...
1.300 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas di Eropa
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Pria Misterius Dijuluki...
Pria Misterius Dijuluki 'Batman' Diburu Polisi karena Ikat Para Maling Motor di Tiang Lampu
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved