Penjara Lebanon 300% Kelebihan Kapasitas, 75% Narapidana Tidak Dihukum

Minggu, 04 September 2022 - 06:01 WIB
loading...
Penjara Lebanon 300%...
Para narapidana tidur berdesakan di dalam sel penjara yang penuh sesak. Foto/amnesty
A A A
BEIRUT - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Lebanon Bassam Mawlawi mengungkapkan penjara di negaranya kelebihan kapasitas 300%, dan 75% narapidana tidak dihukum.

Pernyataan itu diungkapkan Anadolu Agency pada Jumat (2/9/2022).

"Kami menuntut pengurangan semua hukuman, dan kami sedang mempelajari proposal dari sudut pandang hukum dengan Menteri Kehakiman dan dengan kepresidenan pemerintah untuk menemukan solusi untuk kepadatan," papar Mawlawi.

Baca juga: Pilot Ancam Tabrakkan Pesawat ke Walmart, Pengunjung Langsung Dievakuasi

Jumlah narapidana di dalam penjara Lebanon, menurut anggota parlemen Ashraf Rifi, telah mencapai 9.500 orang.

Dia sudah "mengkhawatirkan" saat jumlahnya mencapai 4.000 narapidana ketika dia menjadi kepala dinas keamanan.

Di tengah penurunan standar hidup di negara yang mengalami krisis ekonomi parah, keluarga narapidana mengkhawatirkan mereka karena kurangnya layanan yang layak di dalam penjara.

Baca juga: Rusia Desak Iran Singkirkan Milisinya dari Suriah Barat, Ini Alasannya

Keluarga, menurut Anadolu Agency, mengatakan putra mereka, "Tidak memiliki makanan atau perawatan medis yang layak."

Pekan lalu, Arabi21 melaporkan keluarga narapidana di Penjara Roumieh mengklaim virus misterius telah membunuh para tahanan.

Situs berita Arab yang berbasis di London melaporkan tiga tahanan meninggal, satu orang karena sakit, sementara dua orang lainnya karena serangan jantung.

Kepresidenan Pemerintah Lebanon meminta Kementerian Dalam Negeri menyelidiki masalah ini, menurut Arabi21.

Sementara Mawlawi meminta pengurangan semua hukuman untuk mengurangi kepadatan, pejabat lain melaporkan pengurangan kepadatan tidak boleh mengorbankan keadilan.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
6 Petani Diculik Tentara...
6 Petani Diculik Tentara Israel di Lebanon Selatan
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pemimpin Hizbullah Tegaskan...
Pemimpin Hizbullah Tegaskan Israel Harus Tinggalkan Lebanon Tanpa Syarat
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Dubes Iran Tegas Tolak...
Dubes Iran Tegas Tolak Gencatan Senjata di Gaza: Palestina Harus Dibebaskan!
Sengaja Targetkan Anak-Anak...
Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina, Penyelidik PBB Nyatakan Israel Lakukan Genosida di Gaza
2 Gempa Dahsyat M7,2-7,5...
2 Gempa Dahsyat M7,2-7,5 Guncang Venezuela, 32 Orang Tewas 700 Luka
Rekomendasi
Panda Bond Bakal Dinilai...
Panda Bond Bakal Dinilai Lembaga Rating China, Purbaya Tak Peduli Hasil S&P dan Moody's
Kunjungi Maliosewu,...
Kunjungi Maliosewu, Jokowi Jajan Es Teh Manis
Pancasakti Run 2026:...
Pancasakti Run 2026: Lari Sambil Selamatkan Bumi
Berita Terkini
Pakar Militer Ini Ungkap...
Pakar Militer Ini Ungkap AS dan Iran Masih Berusaha Raih Klaim Kemenangan
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Iran Akan Selalu Cepat dan Tegas Setiap Serangan AS
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
UEA Keluarkan Alarm...
UEA Keluarkan Alarm Rudal Iran, Beberapa Detik Kemudian Dicabut, Pemerintah Minta Maaf
Pesawat Tabrak Gedung...
Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi di China, 1 Jam Setelahnya Tampak Normal
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved