Neturei Karta, Kelompok Yahudi Menentang Penciptaan Negara Israel karena Melawan Tuhan

Sabtu, 03 September 2022 - 00:02 WIB
loading...
A A A
“Sebelum saya mulai wawancara, mereka bertanya kepada saya apakah Anda mengutuk Hamas? Dan jika tidak, secara psikologis mereka mengatakan 'dia tidak mengutuk mereka, jadi tidak layak untuk mendengarkan dia karena dia adalah seorang teroris'," keluh Weiss.

“Terorisme adalah ciptaan negara dan keberlangsungan eksistensi negara itu, sehingga setiap hari seorang anak lahir di Palestina dan mereka menderita. Mereka melihat anggota keluarga mereka meninggal dan mereka memiliki kebencian yang mendarah daging kepada orang-orang Yahudi jika tidak dijelaskan kepada mereka. Itu dilakukan atas nama kami, dengan simbol kami; kemunafikan melampaui kata-kata," paparnya.

Tuduhan lain yang dilontarkan kepada kelompok Neturei Karta adalah bahwa mereka adalah penyangkal Holocaust. Rabbi Weiss membantahnya. Dia menekankan, “Kakek-nenek saya terbunuh di Auschwitz seperti halnya mayoritas keluarga saya [di] kedua sisi. Ayah saya melarikan diri ketika Nazi datang ke Hongaria dan hampir seluruh komunitas anti-Zionis kami adalah orang-orang imigran yang merupakan sisa-sisa keluarga yang melarikan diri dari [Adolf] Hitler. Jadi, kami tidak menyangkal Holocaust karena itu ada dalam darah kami."

Ingin Hidup Damai

Menurut Rabbi Weiss, bagian dari kompleksitas situasi ini adalah banyak orang Yahudi di Israel tidak merasa setia kepada negara, tetapi tidak dapat berbicara. Dia menegaskan bahwa jika dia mengunjungi Israel, dia akan ditangkap dan dipenjara.

“Banyak dari kita tidak pergi berkunjung pada prinsipnya...[dan] setiap anak laki-laki dan perempuan dari komunitas kami menjadi penjahat ketika mereka berusia 17 tahun karena mereka menolak untuk pergi ke sana untuk melakukan pelayanan nasional di IDF [Pasukan Pertahanan Israel]," katanya.

“Mereka selalu menuduh kami jahat hanya karena kami mempraktikkan Yudaisme; mereka hanya dapat menjelekkan orang-orang Yahudi yang berdiri dan berkata, 'Saya telah hidup damai dengan tetangga Palestina saya selama bertahun-tahun', kami memiliki agama yang sangat berbeda tetapi kami hidup bersama dalam damai. Mereka datang dengan rekan mereka yang egois dan cacat politik tanpa bertanya pada penduduk asli," imbuh dia.

Misi kelompok Neturei Karta tidak hanya untuk menyoroti perbedaan antara Zionisme dan Yudaisme; ia ingin melihat kehancuran Israel secara damai. Maklum, banyak yang melihat penghapusan negara dan 9,4 juta penduduknya sebagai konsep yang aneh.

Rabi Weiss menjelaskan, “Setiap 10 tahun atau lebih negara Israel berperang, mereka tidak pernah memiliki kedamaian sejati. Kami percaya itulah yang Tuhan katakan kepada kami. Kami percaya Israel akan berakhir karena itu adalah pemberontakan langsung melawan Tuhan, kami dilarang memiliki negara Yahudi. Kami harus berbicara dan mencoba memohon kepada para pemimpin dunia untuk berhenti mendukung pendudukan ini dan mencoba untuk membawa bantuan kepada rakyat Palestina, tetapi pada akhirnya, Yang Mahakuasa yang akan mengakhirinya," katanya.

Rabi Weiss percaya bahwa Israel harus diganti namanya dan negara Palestina dibentuk sebagai gantinya. Dia kemudian merasa itu bisa menjadi rumah bagi orang-orang Yahudi dan Muslim, seperti ratusan tahun sebelumnya.

Dia merefleksikan, “Afrika Selatan tampak putus asa, tetapi begitu ada tekanan untuk menghentikan apartheid, seluruh konsep berubah. Seluruh konsep Palestina dapat diubah dari apa yang disebut sebagai negara Yahudi menjadi Negara Bebas Palestina. Apa yang sangat buruk? Ini hanya penyimpangan dari 70 tahun terakhir yang aneh bahwa kami tidak hidup dengan damai. Kami hidup bersama sebagai saudara dan saudari di Palestina, dan berkembang."

Beberapa kritikus menolak untuk menawarkan kelompok Neturei Karta sebuah platform karena tuduhan seputar perilaku dan hubungannya. Namun kelompok tersebut bersikeras bahwa mereka akan terus melakukan tugasnya, karena bagi mereka, itu adalah mandat yang diberikan Tuhan.

Rabi Weiss mengakui, “Kami sedikit letih; kami telah melihat begitu banyak kekejaman di Gaza dan Tepi Barat. Selalu ada orang yang terkejut. Tentu saja, orang-orang Zionis terkejut; mereka mengatakan kami anti-Semit dan apa yang kami lakukan akan menyebabkan pertumpahan darah Yahudi."

“Mereka menyerang Gaza dengan drone, orang dibunuh setiap hari, dan setiap orang memiliki keluarga. Setiap anggota terpengaruh dan semua orang di kamp pengungsi yang hidup dalam kemelaratan, menurut Anda apakah mereka tumbuh dewasa yang penuh kasih sayang?" kata Rabi Weiss.

“Kami memberi tahu mereka bahwa kami menyakiti Anda, dan memberi tahu mereka bahwa orang-orang Yahudi tidak menerima apa yang dilakukan Zionis. Ini benar-benar menentang logika di setiap level, tetapi dunia setuju dengan propaganda Zionis dan mesin PR (public relation) mereka. Kami ingin menghentikan pertumpahan darah dan membangun jembatan," paparnya.

Neturei Karta

Pendiri:
Rabi Amram Blau dan Rabi Aharon Katzenelbogen
Juru bicara: Rabi Yisroel Dovid Weiss
Tahun dan Tempat Pendirian: 1938, di Yerusalem
Tujuan: Menentang Zionisme dan pembongkaran Negara Israel secara damai dengan alasan pendirian negara itu telah melawan perintah Tuhan dan Taurat.
Basis: Tak diketahui basis pusat dari Neturei Karta. Namun, kelompok ini ada di Yerusalem, London, dan New York.
Asal-usul Anggota: Umumnya, anggota Neturei Karta adalah keturunan Yahudi Hongaria dan Yahudi Lithuania yang merupakan siswa dari Gaon of Vilna (dikenal sebagai Perushim) yang telah menetap di Yerusalem pada awal abad ke-19.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
Prabowo Tegaskan Dukungan...
Prabowo Tegaskan Dukungan untuk Palestina Tak Bisa Ditawar!
Protes 'Kecoa'...
Protes 'Kecoa' di India Meluas, Ribuan Mahasiswa Turun ke Jalan Tuntut Reformasi Pemerintah
Iran Dilaporkan Tolak...
Iran Dilaporkan Tolak Mentah-Mentah Proposal Gencatan Senjata AS
Rekomendasi
Tingkatkan Nilai Jual...
Tingkatkan Nilai Jual TBS, 133 Pekebun Muara Enim Ikuti Pelatihan Panen Sawit
Hasil Piala AFF 2026:...
Hasil Piala AFF 2026: Vietnam Pesta 7 Gol ke Gawang Timor Leste
Kritisi Rapat Pleno...
Kritisi Rapat Pleno IX AMPI, Wasekjen Leriadi: Produknya Cacat Hukum
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved