Neturei Karta, Kelompok Yahudi Menentang Penciptaan Negara Israel karena Melawan Tuhan

Sabtu, 03 September 2022 - 00:02 WIB
loading...
Neturei Karta, Kelompok...
Para delegasi Neturei Karta, kelompok Yahudi Ortodoks yang menentang penciptaan Negara Israel dengan alasan menciptakan negara itu berarti melawan perintah Tuhan dan Taurat. Foto/REUTERS
A A A
TEL AVIV - Israel dikenal sebagai negara Yahudi. Namun ada komunitas Yahudi Ortodoks bernama Neturei Karta yang menentang penciptaan negara itu karenatelah melawan Tuhan.

Neturei Karta adalah komunitas Yahudi Haredi yang secara resmi dibentuk di Yerusalem pada tahun 1938. Semula kelompok ini bernama Chevrat HaChayim.

Mereka menentang Zionisme dan menyerukan "pembongkaran secara damai" Negara Israel.

Seruan itu berdasarkan keyakinan bahwa orang-orang Yahudi dilarang untuk memiliki negara mereka sendiri sampai kedatangan Mesias Yahudi dan bahwa pembentukan Negara Israel berarti pemberontakan melawan Tuhan.

Mereka menggambarkan diri sebagai orang Yahudi tradisional sejati, namun Liga Anti-Pencemaran Nama Baik Yahudi yang berbasis di Amerika Serikat (AS) menggambarkan mereka sebagai "pinggiran terjauh dari Yudaisme".

Bagi Neturei Karta, solusi atas pertumpahan darah di Palestina adalah mengakhiri Negara Israel .

Juru bicaranya, Rabi Yisroel Dovid Weiss, menjadi sosok yang blakblakan menyebut Negara Israel sebagai monster yang harus dihapus dari peta dunia.

Tak jarang para rabi atau pemuka agama Yahudi dari komunitas tersebut menyematkan miniatur bendera Palestina di jaket mereka.

Membela Palestina

Nama Neturei Karta dalam bahasa Aram berarti "Pelindung Kota". Kota yang dimaksud adalah Yerusalem dan kelompok tersebut didirikan atas penolakan mereka untuk menerima atau mengakui Negara Israel.

Rabi Weiss menjadi salah satu tokoh utama Neturei Karta. Dia mempunyai alasan untuk menentang Zionisme, akar dari pendirian Negara Israel.

“Zionisme adalah transformasi Yudaisme, dari agama, dari ketundukan kepada Tuhan, menjadi konsep material nasionalisme. Ini tidak bisa diterima oleh orang-orang yang ingin melayani Tuhan. Untuk menciptakan nasionalisme ini, mereka menyingkirkan Tuhan dari persamaan," katanya kepada Russia Today.

“Kami diperingatkan oleh para Nabi bahwa kami akan diusir dari tanah air dan itu terjadi dengan penghancuran Bait Suci [di Yerusalem] 2.000 tahun yang lalu. Kami tidak boleh kembali secara massal—ini adalah pengasingan yang diperintahkan oleh Tuhan—dan kami juga tidak akan memberontak terhadap negara mana pun tempat kami tinggal," katanya.

"Kami harus menjadi warga negara yang setia dan berdoa untuk kesejahteraan tanah yang menjadi tuan rumah kami. Kami juga tidak boleh berusaha untuk mengakhiri pengasingan."

Ajaran Taurat

Bagi mereka yang tidak terbiasa dengan Taurat—bagian sentral dari Alkitab Yahudi—sentimen yang disampaikan Rabi Weiss itu mungkin cukup revolusioner.

Kelompok Neturei Karta percaya bahwa mereka mengikuti kitab suci mereka, dan bahwa meninggalkan Palestina adalah tindakan Tuhan.

Mereka juga berpikir agama mereka memerintahkan mereka untuk memprotes secara terbuka apa yang mereka anggap sebagai pelanggaran atas nama Yudaisme.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
Prabowo Tegaskan Dukungan...
Prabowo Tegaskan Dukungan untuk Palestina Tak Bisa Ditawar!
UU Etnis Kontroversial...
UU Etnis Kontroversial China Mulai Diberlakukan, Berpotensi Hapus Identitas Budaya Minoritas
Trump Murka Houthi Serang...
Trump Murka Houthi Serang 2 Kapal Tanker Saudi, Ancam Gempur Iran Habis-habisan
Rekomendasi
Indonesia Perlu Arah...
Indonesia Perlu Arah Kebijakan Baru Jadi Pusat Hilirisasi Sawit Dunia
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Pimpin Pengembangan Ekosistem SAF di ASEAN
Hasil Piala AFF 2026:...
Hasil Piala AFF 2026: Vietnam Pesta 7 Gol ke Gawang Timor Leste
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved