Wanita Arab Saudi Divonis Penjara 45 Tahun karena Posting Media Sosial
Rabu, 31 Agustus 2022 - 12:01 WIB
loading...
A
A
A
Hukuman Qahtani datang beberapa pekan setelah Salma Al-Shehab, ibu dua anak dan kandidat doktor di Universitas Leeds di Inggris dijatuhi hukuman 35 tahun penjara karena mengikuti dan men-tweet ulang para pembangkang dan aktivis di Twitter.
Kasus-kasus terbaru datang setelah Biden mengutip masalah hak asasi manusia di Arab Saudi, titik sakit utama dalam hubungan antara Washington dan sekutu tradisionalnya, Riyadh, selama pertemuannya dengan Putra Mahkota Saudi, Mohammed bin Salman, pada Juli.
Baca juga: Presiden Pertama Uni Soviet Mikhail Gorbachev Meninggal pada Usia 91 Tahun
Washington mengatakan pekan lalu, ada "keprihatinan signifikan" terhadap Arab Saudi atas hukuman Shehab, yang termasuk larangan perjalanan 34 tahun karena tweet-nya.
Kasus Qahtani dan Shehab menggarisbawahi tindakan keras terhadap perbedaan pendapat yang didorong Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman, penguasa de facto Saudi.
Padahal Putra Mahkota disebut telah memperjuangkan reformasi seperti mengizinkan perempuan mengemudi dan mendorong proyek untuk menciptakan lapangan kerja bagi wanita.
Kerabat tahanan politik Saudi awalnya berharap kunjungan Biden akan membantu membebaskan orang-orang terkasih yang telah dipenjara sebagai bagian dari tindakan keras itu.
Kasus-kasus terbaru datang setelah Biden mengutip masalah hak asasi manusia di Arab Saudi, titik sakit utama dalam hubungan antara Washington dan sekutu tradisionalnya, Riyadh, selama pertemuannya dengan Putra Mahkota Saudi, Mohammed bin Salman, pada Juli.
Baca juga: Presiden Pertama Uni Soviet Mikhail Gorbachev Meninggal pada Usia 91 Tahun
Washington mengatakan pekan lalu, ada "keprihatinan signifikan" terhadap Arab Saudi atas hukuman Shehab, yang termasuk larangan perjalanan 34 tahun karena tweet-nya.
Kasus Qahtani dan Shehab menggarisbawahi tindakan keras terhadap perbedaan pendapat yang didorong Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman, penguasa de facto Saudi.
Padahal Putra Mahkota disebut telah memperjuangkan reformasi seperti mengizinkan perempuan mengemudi dan mendorong proyek untuk menciptakan lapangan kerja bagi wanita.
Kerabat tahanan politik Saudi awalnya berharap kunjungan Biden akan membantu membebaskan orang-orang terkasih yang telah dipenjara sebagai bagian dari tindakan keras itu.
Lihat Juga :