Hampir 1.000 Orang Tewas Akibat Banjir di Pakistan

Minggu, 28 Agustus 2022 - 10:58 WIB
loading...
Hampir 1.000 Orang Tewas...
Seorang anak laki-laki menyeberangi jalan yang banjir, dengan bantuan kawat yang diikat di kedua ujungnya, menyusul hujan dan banjir selama musim hujan di Charsadda, Pakistan, 27 Agustus 2022. Foto/REUTERS/Fayaz Aziz
A A A
ISLAMABAD - Korban tewas akibat bencana banjir di Pakistan telah meningkat menjadi hampir 1.000 sejak Juni. Banjir yang dipicu oleh hujan muson yang merusak di sebagian besar wilayah Pakistan juga telah melukai serta membuat ribuan lainnya mengungsi sejak.

Korban tewas terbaru datang sehari setelah perdana menteri, Shehbaz Sharif, meminta bantuan internasional dalam memerangi kerusakan akibat banjir yang mematikan. Lebih dari 33 juta orang telah mengungsi.

Pemerintah Pakistan telah mengumumkan keadaan darurat untuk menangani banjir monsun, yang dimulai pada bulan Juni dan terus mendatangkan malapetaka di Pakistan.

Otoritas Penanggulangan Bencana Nasional Pakistan dalam laporan terbarunya mengatakan 45 orang tewas dalam insiden terkait banjir dari Jumat hingga Sabtu. Itu membuat korban tewas sejak pertengahan Juni menjadi 982 dengan 1.456 terluka.

Baca juga: Jutaan Orang Terkena Dampak Banjir, Pakistan Umumkan Keadaan Darurat

Banyak bagian Pakistan menjadi tidak dapat diakses, dan tim penyelamat berjuang untuk mengevakuasi ribuan orang yang terdampar dari daerah yang terkena banjir. Provinsi Balochistan dan Sindh adalah daerah yang terkena dampak paling parah.

Media lokal melaporkan pada Sabtu malam bahwa bendungan Kach dekat kota Ziarat, 80 mil dari Quetta, Ibu Kota Balochistan, telah rusak akibat banjir besar yang membahayakan nyawa penduduk setempat. Bendungan lain di daerah itu juga dilaporkan rusak.

Ada juga laporan bahwa pengunjuk rasa telah memblokir Jalan Raya Indus, satu-satunya jalan aman antara Hyderabad dan Karachi serta Sindh utara dan seluruh Pakistan di Naseerabad. Para pengunjuk rasa mengklaim anggota parlemen setempat telah membahayakan penduduk dengan mengalihkan air banjir.

Tiga orang tewas akibat tanah longsor dan banjir di Swat, provinsi Khyber Pakhtunkhwa, dan pihak berwenang di Nowshera meminta evakuasi segera di tengah banjir yang sangat tinggi di Sungai Kabul.

Video yang dibagikan di media sosial menunjukkan jembatan, jalan, dan hotel tenggelam ke dalam air dan orang-orang berlarian untuk mengungsi dari rumah mereka. Tentara telah dipanggil untuk bantuan penyelamatan di provinsi tersebut.

Baca juga: Banjir Pakistan Tewaskan 580 Jiwa, Jutaan Orang Sengsara

Wakil komisaris tambahan Swat mengatakan pada hari Jumat bahwa jalan yang tersebar di 130km telah rusak dan 15 jembatan hancur total saat banjir mendatangkan malapetaka dan lebih dari 100 rumah dan setidaknya 50 hotel dan restoran juga hancur.

"Menanggapi seruan Sharif untuk bantuan internasional, PBB merencanakan seruan kilat USD160 juta untuk sumbangan," menurut juru bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan Asim Iftikhar seperti dikutip dari The Guardian, Minggu (28/8/2022).

Dia mengatakan permohonan akan diluncurkan pada 30 Agustus.

Pemerintah Inggris telah mengumumkan 1,5 juta poundsterling dana kemanusiaan sebagai dukungan mendesak untuk Pakistan.

Baca juga: Banjir Bandang Landa Pakistan, 500 Orang Lebih Tewas

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Permainan Lincah Pakistan...
Permainan Lincah Pakistan dalam Mendamaikan AS dan Iran, Ini 4 Rahasianya
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Mendagri Pakistan Sampaikan...
Mendagri Pakistan Sampaikan Surat Khusus untuk Mojtaba Khamenei
Mayoritas Penduduk di...
Mayoritas Penduduk di 36 Negara Anggap Israel Tidak Baik
Jadi Satu-satunya Negara...
Jadi Satu-satunya Negara Islam Berbom Nuklir, Mengapa Pakistan Tolak Akui Israel?
Minimalisasi Banjir...
Minimalisasi Banjir Tangsel, FPSC Susur Sungai Ciputat
Negosiator Iran dan...
Negosiator Iran dan AS Bertemu di Jenewa untuk Babak Baru Pembicaraan Demi Akhiri Perang
Wapres AS JD Vance:...
Wapres AS JD Vance: Mengkritik Israel Bukan Berarti Anti-Semit
Rekomendasi
Puji Kepemimpinan Wali...
Puji Kepemimpinan Wali Kota Agustina, Hendardji Soepandji: Budaya Semarang Kian Kuat dan Harmonis
5 Kemenangan Terbesar...
5 Kemenangan Terbesar Spanyol di Piala Dunia: Arab Saudi Ikut Jadi Korban
Creavibe Fest 2026:...
Creavibe Fest 2026: Mahasiswa Desain Produk UMB Tampilkan Karya Fesyen Berkelanjutan
Berita Terkini
4 Prasyarat Iran untuk...
4 Prasyarat Iran untuk Negosiasi di Swiss, Dapat Dana Segar Rp106 Triliun
5 Fakta Iran Mampu Memecah...
5 Fakta Iran Mampu Memecah Aliansi Abadi AS dan Israel, Lebanon Jadi Alat Utamanya
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Infografis
125 Juta Orang Dapat...
125 Juta Orang Dapat Binasa Akibat Perang Nuklir India-Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved