PBB: Banjir Hancurkan Rumah-rumah di Afghanistan, 8 Anak Tewas
Rabu, 24 Agustus 2022 - 12:35 WIB
loading...
A
A
A
Baca: Taliban Rayakan Satu Tahun Kembali Berkuasa di Afghanistan
Di kota timur Jalalabad, daerah perkotaan tengah tidak terhindar dari kehancuran, kata pekerja bantuan UNICEF. Air setinggi dua meter merobohkan tembok, menghancurkan barang-barang dan meninggalkan lapisan lumpur tebal di seluruh lingkungan yang tergenang.
“Kami tidak bisa cukup menekankan betapa merusaknya banjir. Begitu banyak infrastruktur yang terkena dampak, (termasuk) sekolah. Orang-orang telah berulang kali mengungsi, mereka bahkan takut untuk kembali ke rumah lama mereka,” kata Veronica Houser, seorang pekerja bantuan UNICEF di Jalalabad.
“Seorang ibu di Jalalabad kehilangan tiga anak setelah semburan air menghantam rumah mereka pada malam minggu lalu, menyebabkan rumah itu runtuh. Dua anaknya yang masih hidup menunjukkan tanda-tanda ketakutan dan kesusahan,” kata Houser.
Ia menambahkan bahwa trauma di antara para penyintas banjir menjadi perhatian dan UNICEF telah mengirim tim untuk memberikan dukungan kesehatan mental kepada keluarga yang paling parah terkena dampak. “Tidak hanya berakhir dengan surutnya permukaan air,” katanya.
Di kota timur Jalalabad, daerah perkotaan tengah tidak terhindar dari kehancuran, kata pekerja bantuan UNICEF. Air setinggi dua meter merobohkan tembok, menghancurkan barang-barang dan meninggalkan lapisan lumpur tebal di seluruh lingkungan yang tergenang.
“Kami tidak bisa cukup menekankan betapa merusaknya banjir. Begitu banyak infrastruktur yang terkena dampak, (termasuk) sekolah. Orang-orang telah berulang kali mengungsi, mereka bahkan takut untuk kembali ke rumah lama mereka,” kata Veronica Houser, seorang pekerja bantuan UNICEF di Jalalabad.
“Seorang ibu di Jalalabad kehilangan tiga anak setelah semburan air menghantam rumah mereka pada malam minggu lalu, menyebabkan rumah itu runtuh. Dua anaknya yang masih hidup menunjukkan tanda-tanda ketakutan dan kesusahan,” kata Houser.
Ia menambahkan bahwa trauma di antara para penyintas banjir menjadi perhatian dan UNICEF telah mengirim tim untuk memberikan dukungan kesehatan mental kepada keluarga yang paling parah terkena dampak. “Tidak hanya berakhir dengan surutnya permukaan air,” katanya.
(esn)
Lihat Juga :