Sekjen NATO Desak Barat Kirim Lebih Banyak Senjata untuk Ukraina
Rabu, 24 Agustus 2022 - 03:14 WIB
loading...
A
A
A
"Delapan tahun lalu, Rusia secara ilegal mencaplok Crimea, mengubahnya menjadi salah satu daerah paling militeristik di Eropa dan menggunakannya sebagai landasan peluncuran untuk invasi skala penuh ke Ukraina enam bulan lalu," kata Sekjen NATO itu.
"Presiden Putin mengira dia bisa menghancurkan rakyat Ukraina dan angkatan bersenjata. Dia pikir dia bisa memecah belah negara demokrasi kita dan dia pikir dia bisa mendikte apa yang dilakukan orang lain. Presiden Putin salah," ujarnya.
Negara-negara NATO telah memberikan sebagian besar bantuan militer ke Ukraina, khususnya Amerika Serikat (AS).
Tujuan Ukraina menjadi anggota NATO disebut-sebut sebagai keluhan utama oleh pejabat Rusia, termasuk Putin, yang berusaha membenarkan invasi terbaru Moskow. Operasi yang mahal itu bisa dibilang menjadi bumerang, dengan Finlandia dan Swedia akan mengakhiri netralitas selama beberapa dekade dan bergabung dengan aliansi bentukan AS itu.
Para pemimpin NATO juga mengatakan kebijakan "pintu terbuka" aliansi tetap utuh, meskipun Kremlin menuntut agar Kiev dikeluarkan dari keanggotaan di masa depan.
Baca juga: Ukraina akan Diblokir Gabung NATO selama 30 Tahun, Ini Alasannya
Sementara itu, NATO telah berputar ke sikap yang lebih proaktif di sisi timurnya.
"Presiden Putin mengira dia bisa menghancurkan rakyat Ukraina dan angkatan bersenjata. Dia pikir dia bisa memecah belah negara demokrasi kita dan dia pikir dia bisa mendikte apa yang dilakukan orang lain. Presiden Putin salah," ujarnya.
Negara-negara NATO telah memberikan sebagian besar bantuan militer ke Ukraina, khususnya Amerika Serikat (AS).
Tujuan Ukraina menjadi anggota NATO disebut-sebut sebagai keluhan utama oleh pejabat Rusia, termasuk Putin, yang berusaha membenarkan invasi terbaru Moskow. Operasi yang mahal itu bisa dibilang menjadi bumerang, dengan Finlandia dan Swedia akan mengakhiri netralitas selama beberapa dekade dan bergabung dengan aliansi bentukan AS itu.
Para pemimpin NATO juga mengatakan kebijakan "pintu terbuka" aliansi tetap utuh, meskipun Kremlin menuntut agar Kiev dikeluarkan dari keanggotaan di masa depan.
Baca juga: Ukraina akan Diblokir Gabung NATO selama 30 Tahun, Ini Alasannya
Sementara itu, NATO telah berputar ke sikap yang lebih proaktif di sisi timurnya.
Lihat Juga :