Mengapa Negara-negara Arab Tidak Berani dengan Israel? Simak Penjelasannya!

Senin, 22 Agustus 2022 - 20:36 WIB
loading...
Mengapa Negara-negara...
Tentara Israel menyeret demonstran Palestina yang terluka di dekat permukiman Yahudi Bet El, dekat kota Ramallah, Tepi Barat, 7 Oktober 2015. Foto/REUTERS/Mohamad Torokman
A A A
TEL AVIV - Israel mendirikan negara setelah mencaplok wilayah Palestina dalam Perang Enam Hari melawan negara-negara Arab pada tahun 1948.

Hingga saat ini kekejaman dan diskriminasi Israel masih dirasakan warga sipil Palestina.

Pada konflik antara Israel dengan Palestina ini, sebagian orang mungkin pernah berpikir mengapa negara-negara Arab tidak membantu Palestina?

Alasannya cukup beragam. Ada sebagian yang mengklaim serangan terhadap Israel bisa memperburuk keadaan, ada juga anggapan tentang ketakutan terhadap AS yang menjadi sekutu Israel.

Baca juga: Pemimpin Spiritual Partai Yahudi Ultra-ortodoks Terbesar di Israel Meninggal

Hingga fakta bahwa negara-negara Arab ini memang tidak bisa bersatu.

Sebagai contoh, Arab Saudi pada tahun 2018 melalui Putra Mahkota Mohammad Bin Salman pernah menyebut orang-orang Yahudi memiliki hak atas tanah air mereka sendiri.

Jika dicermati, hal ini mungkin terkesan aneh mengingat sebelumnya mereka adalah musuh bebuyutan.

Baca juga: Liga Arab Marah Jerman Intimidasi Presiden Palestina Soal 50 Holocaust Israel

Dikutip dari Washington Post, ada dugaan Arab Saudi tengah menata kembali hubungan ekonomi dan keamanan dengan Israel. Adapun alasannya karena kekhawatiran mereka tentang Iran di kemudian hari.

“Arab Saudi tidak memiliki banyak sekutu kuat yang tersisa dan dapat menghadapi Iran, itulah sebabnya Israel telah menjadi sekutu militer terpenting kedua, setelah Amerika Serikat,” ujar Sebastian Sons, pakar di Dewan Jerman pada Hubungan Luar Negeri yang berfokus pada Arab Saudi.

Dikutip dari laman Besa Center, negara-negara Arab tidak lagi menjadi kesatuan yang menentang Israel.

Saat ini, negara Arab tidak lagi menganggap Israel sebagai masalah yang mendesak. Bagi mereka, konflik Palestina-Israel bukan ancaman eksistensial bagi siapa pun.

Jadi, anggapan mengenai negara-negara Arab takut terhadap Israel sebenarnya kurang tepat. Mereka bukanlah takut, hanya saja negara-negara ini memiliki kepentingannya sendiri-sendiri.

Selain itu, ada juga aspek historis yang mendasarinya seperti dukungan Yasser Arafat kepada Saddam Hussein ketika perang melawan Kuwait pada 1990, hingga marahnya Arab Saudi karena Palestina dituding melanggar Perjanjian Mekkah Februari 2007 terkait Hamas dan Fatah.

Dikutip dari NY Times, negara-negara Arab memanglah mengutuk tindakan Israel atas Palestina. Hanya saja, mereka tidak pernah mengambil langkah konkret sebagai bentuk penyelesaiannya.

Justru, sebagian negara di kawasan tersebut mulai menormalkan hubungan dengan Israel. Sebut saja seperti Uni Emirat Arab, Bahrain, Sudan, hingga Maroko.

Mereka beralasan bahwa perbaikan hubungan ini nantinya bisa mendamaikan Palestina dengan jalur diplomasi.

Faktanya, konflik antara Palestina dan Israel masih berlanjut hingga kini dan terus memakan korban jiwa yang tidak terelakan.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ancaman Nyata Zionis...
Ancaman Nyata Zionis Bukan Iran, Industri Militer Israel Berlomba Melawan Drone Hizbullah
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
Berani Tanpa AS, Netanyahu:...
Berani Tanpa AS, Netanyahu: Kami akan Masuk ke Iran
Gempa Guncang Venezuela,...
Gempa Guncang Venezuela, 18 Orang Diselamatkan dari Reruntuhan
AS Rilis Paspor Edisi...
AS Rilis Paspor Edisi Terbatas Bergambar Trump, Begini Wujudnya
Rekomendasi
All-Stars Kudus Pertahankan...
All-Stars Kudus Pertahankan Gelar MLSC All-Stars, 34 Talenta Terbaik Siap Tampil di SingaCup 2026
Hasil MotoGP Belanda...
Hasil MotoGP Belanda 2026: Ai Ogura Cetak Sejarah, Marc Marquez Keenam
Kepercayaan Publik terhadap...
Kepercayaan Publik terhadap Polri Meningkat Jadi Modal Sosial yang Harus Diperkuat
Berita Terkini
5 Fakta Kim Jong-un...
5 Fakta Kim Jong-un Enggan Berbicara tentang Ibunya, Dijuluki Anak Haram dari Seorang Selir
Ancaman Nyata Zionis...
Ancaman Nyata Zionis Bukan Iran, Industri Militer Israel Berlomba Melawan Drone Hizbullah
3 Alasan Iran Serang...
3 Alasan Iran Serang Kuwait dan Bahrain, Ada Pergerakan Membantu Militer AS
7 Pemimpin yang Mengubah...
7 Pemimpin yang Mengubah Dunia, Fatima al Fihri yang Mendirikan Kampus Pertama di Dunia
Iran Buat Senjata yang...
Iran Buat Senjata yang Lebih Canggih selama Perang dengan AS-Israel, Ini Bocorannya
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved