Ketika Lagu Indonesia Raya Berkumandang di Kaki Gunung Himalaya
Jum'at, 19 Agustus 2022 - 14:48 WIB
loading...
A
A
A
Acara tersebut diisi dengan pembagian hadiah bagi para pemenang lomba, pertunjukan tari-tarian dan puisi.
Sementara di halaman depan KBRI Dhaka, berdiri tenda-tenda bazar, tempat para WNI berjualan produk khas Indonesia seperti makanan, jus aneka buah, kerajinan tangan dan lain-lain.
Bazar itu merupakan bentuk dukungan KBRI Dhaka terhadap sektor ekonomi kreatif, sembari melakukan pemberdayaan bagi para ibu rumah tangga di Dhaka.
Salah satu momen paling seru adalah acara joget dangdut “Mendung Tanpa Udan” bersama Dubes Heru dan Madam Sinta Ekawati dengan masyarakat Indonesia, yang semakin menambah kebersamaan dan keharmonisan antara KBRI dan masyarakat Indonesia.
“Ini kan Agustusan pertama bagi KBRI setelah dua tahun tidak bisa bertemu masyarakat karena pandemi, jadi kita mau meneruskan tradisi bahwa Agustusan adalah bulannya pesta rakyat, sekaligus menghadirkan sesuatu yang spesial untuk masyarakat”, ujar Dubes Heru di tengah-tengah keceriaan acara di KBRI.
Di pihak lain, bulan Agustus juga merupakan bulan yang bersejarah bagi rakyat dan sejarah Bangladesh. Sebab, pada 15 Agustus 1975, Presiden Pertama Bangladesh, Sheikh Mujibur Rahman, yang dikenal dengan sebutan “Bangabandhu” terbunuh bersama istri, anak dan menantu.
Jadi bulan Agustus bagi rakyat Bangladesh adalah bulan yang kelam. Untuk menghormati rakyat dan Pemerintah Bangladesh, sehari sebelumnya yaitu pada tanggal 16 Agustus 2022, Dubes Heru bersama kepala perwakilan negara-negara ASEAN di Dhaka melakukan kunjungan ke Museum Bangabandhu dan menyampaikan salam duka sebagai rasa solidaritas persahabatan antara Indonesia dan Bangladesh.
Sementara di halaman depan KBRI Dhaka, berdiri tenda-tenda bazar, tempat para WNI berjualan produk khas Indonesia seperti makanan, jus aneka buah, kerajinan tangan dan lain-lain.
Bazar itu merupakan bentuk dukungan KBRI Dhaka terhadap sektor ekonomi kreatif, sembari melakukan pemberdayaan bagi para ibu rumah tangga di Dhaka.
Salah satu momen paling seru adalah acara joget dangdut “Mendung Tanpa Udan” bersama Dubes Heru dan Madam Sinta Ekawati dengan masyarakat Indonesia, yang semakin menambah kebersamaan dan keharmonisan antara KBRI dan masyarakat Indonesia.
“Ini kan Agustusan pertama bagi KBRI setelah dua tahun tidak bisa bertemu masyarakat karena pandemi, jadi kita mau meneruskan tradisi bahwa Agustusan adalah bulannya pesta rakyat, sekaligus menghadirkan sesuatu yang spesial untuk masyarakat”, ujar Dubes Heru di tengah-tengah keceriaan acara di KBRI.
Di pihak lain, bulan Agustus juga merupakan bulan yang bersejarah bagi rakyat dan sejarah Bangladesh. Sebab, pada 15 Agustus 1975, Presiden Pertama Bangladesh, Sheikh Mujibur Rahman, yang dikenal dengan sebutan “Bangabandhu” terbunuh bersama istri, anak dan menantu.
Jadi bulan Agustus bagi rakyat Bangladesh adalah bulan yang kelam. Untuk menghormati rakyat dan Pemerintah Bangladesh, sehari sebelumnya yaitu pada tanggal 16 Agustus 2022, Dubes Heru bersama kepala perwakilan negara-negara ASEAN di Dhaka melakukan kunjungan ke Museum Bangabandhu dan menyampaikan salam duka sebagai rasa solidaritas persahabatan antara Indonesia dan Bangladesh.
(min)
Lihat Juga :