Ajudan Zelensky Ancam Runtuhkan Jembatan Terpanjang di Eropa
Kamis, 18 Agustus 2022 - 05:01 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Taiwan Pamer Jet Tempur Paling Canggih setelah Latihan Militer China
Pernyataan itu muncul saat dia tampaknya mengisyaratkan Ukraina sedang dalam proses melakukan serangkaian tindakan sabotase di Krimea.
Sejak pekan lalu, dua lokasi terpisah di semenanjung Krimea telah diguncang ledakan dahsyat di lokasi militer yang digunakan untuk menyimpan amunisi.
Kementerian Pertahanan (Kemhan) Rusia mengakui yang terbaru, yang terjadi pada Selasa di dekat desa Mayskoye di Krimea utara, sebagai tindakan sabotase.
Kiev belum secara resmi mengklaim pelaku insiden tersebut, tetapi banyak pejabat Ukraina mengisyaratkan inilah masalahnya, dengan Podolyak mengikuti pola tersebut dalam wawancaranya dengan surat kabar Inggris.
“Saya tentu setuju dengan Kementerian Pertahanan Rusia, yang memprediksi lebih banyak insiden semacam ini dalam dua, tiga bulan ke depan. Saya pikir kita mungkin melihat lebih banyak dari itu terjadi,” tutur dia.
Ajudan presiden Ukraina itu menyebut serangan klandestin yang diklaim sebagai "serangan balasan" yang sifatnya berbeda dari jenis aksi militer yang biasanya digambarkan dengan istilah ini.
Pernyataan itu muncul saat dia tampaknya mengisyaratkan Ukraina sedang dalam proses melakukan serangkaian tindakan sabotase di Krimea.
Sejak pekan lalu, dua lokasi terpisah di semenanjung Krimea telah diguncang ledakan dahsyat di lokasi militer yang digunakan untuk menyimpan amunisi.
Kementerian Pertahanan (Kemhan) Rusia mengakui yang terbaru, yang terjadi pada Selasa di dekat desa Mayskoye di Krimea utara, sebagai tindakan sabotase.
Kiev belum secara resmi mengklaim pelaku insiden tersebut, tetapi banyak pejabat Ukraina mengisyaratkan inilah masalahnya, dengan Podolyak mengikuti pola tersebut dalam wawancaranya dengan surat kabar Inggris.
“Saya tentu setuju dengan Kementerian Pertahanan Rusia, yang memprediksi lebih banyak insiden semacam ini dalam dua, tiga bulan ke depan. Saya pikir kita mungkin melihat lebih banyak dari itu terjadi,” tutur dia.
Ajudan presiden Ukraina itu menyebut serangan klandestin yang diklaim sebagai "serangan balasan" yang sifatnya berbeda dari jenis aksi militer yang biasanya digambarkan dengan istilah ini.
Lihat Juga :