Invasi China ke Taiwan Akan Lebih Mengerikan daripada Perang Ukraina

Kamis, 11 Agustus 2022 - 10:10 WIB
loading...
Invasi China ke Taiwan...
Invasi China ke Taiwan, jika benar-benar terjadi, dinilai akan lebih mengerikan daripada perang Rusia di Ukraina. Foto/REUTERS
A A A
SYDNEY - Invasi skala penuh China ke Taiwan , jika benar-benar terjadi, akan lebih mengerikan daripada invasi Rusia ke Ukraina . Peringatan itu disampaikan oleh pemimpin oposisi yang juga mantan menteri pertahanan Australia Peter Dutton.

Dia mengatakan invasi China ke Taiwan akan menyebabkan lebih banyak korban.

Menurut Dutton, Australia harus segera meningkatkan pertahanannya untuk melindungi diri dari serangan yang tak terhindarkan.

Putaran terakhir dari bahasa peringatannya datang ketika ketegangan terus meningkat di Selat Taiwan setelah kunjungan Ketua DPR Amerika Serikat Nancy Pelosi ke Taiwan.

Baca juga: Dijatuhi Sanksi China soal Taiwan, Nancy Pelosi Tertawa

Sementara militer China telah mengakhiri latihan perangnya selama hampir seminggu, mereka telah berjanji untuk terus melakukan patroli di Selat Taiwan.

Kondisi keamanan semakin dipertaruhkan setelah rilis Buku Putih dan pidato dari duta besar China untuk Australia, yang bersumpah untuk "menyatukan kembali" pulau demokrasi liberal Taiwan dengan China.

Dutton mengatakan dia, seperti pemerintah Perdana Menteri Anthony Albanese, mendukung kebijakan Satu China dan tidak ada yang ingin melihat konflik.

"Itu akan menjadi peristiwa yang sangat signifikan, lebih rumit dari apa yang telah kita lihat di Ukraina, lebih kuat dalam kekuatan," kata Dutton kepada ABC Radio, Kamis (11/8/2022).

“(Akan ada) lebih banyak korban, dan itu bukan sesuatu yang ingin dipikirkan siapa pun.”
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Siapa Yu Deng dan Hong...
Siapa Yu Deng dan Hong Wang? Matematikawan China yang Memecahkan Masalah Paling Sulit di Dunia
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Masalah Kualitas dan...
Masalah Kualitas dan Krisis Internal Hambat Ambisi Ekspor Senjata China
Jet Tempur Siluman Su-57...
Jet Tempur Siluman Su-57 Rusia Seharga Rp2 Triliun Jatuh, Bukan akibat Ditembak Ukraina
Jenderal Tertinggi AS...
Jenderal Tertinggi AS Ungkap Jet Tempur F-16 Ukraina Tembak Jatuh Su-35 Rusia dalam Duel Langit
Pasokan Minyak Global...
Pasokan Minyak Global Semakin Ketat, India dan China Berebut Diskon dari Rusia
Presiden Bangladesh...
Presiden Bangladesh Mohammed Shahabuddin Mengundurkan Diri
Wow, Jepang Akan Uji...
Wow, Jepang Akan Uji Coba Penambangan Mineral Tanah Jarang 6 Km di Bawah Laut
Rekomendasi
Hasil Piala AFF 2026:...
Hasil Piala AFF 2026: Malaysia Comeback, Tundukkan Myanmar 2-1
Febrie Adriansyah Belum...
Febrie Adriansyah Belum Putuskan Ajukan Praperadilan
Dugaan Keterkaitan Eks...
Dugaan Keterkaitan Eks Jampidsus dengan Sejumlah Kasus Korupsi Disorot
Berita Terkini
Apakah Strategi Panas...
Apakah Strategi Panas dan Dingin yang dilakukan Trump untuk Menekan Iran Bisa Sukses?
Pasukan Khusus AS Siapkan...
Pasukan Khusus AS Siapkan Operasi Perebutan Bom Nuklir Iran, Ini 7 Strateginya
Setelah Ribuan Gen Z...
Setelah Ribuan Gen Z Berdemo selama Berminggu-minggu, Menteri Pendidikan India Mundur
Viral di Media Sosial,...
Viral di Media Sosial, Jet Tempur AS Diduga Jatuh di Iran pada Serangan ke-13
Siapa Yu Deng dan Hong...
Siapa Yu Deng dan Hong Wang? Matematikawan China yang Memecahkan Masalah Paling Sulit di Dunia
Selama 30 Tahun, Kakek...
Selama 30 Tahun, Kakek di Singapura Ini Perkosa 11 Gadis, Termasuk Anak, Cucu, hingga Keponakan
Infografis
Akhiri Perang Ukraina,...
Akhiri Perang Ukraina, Trump Akan Akui Crimea Milik Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved