Ukraina Tuduh Rusia Gunakan Pembangkit Listrik sebagai Perisai Nuklir
Rabu, 10 Agustus 2022 - 21:35 WIB
loading...
A
A
A
Valentyn Reznychenko, Gubernur wilayah Dnipropetrovsk tengah Ukraina, mengatakan pada hari Rabu bahwa serangan Rusia terhadap Marhanets dilakukan dengan 80 roket Grad. “Lebih dari 20 bangunan telah rusak di kota, yang terletak di seberang sungai Dnipro dari pembangkit listrik,” katanya.
Baca: Ukraina Klaim 9 Pesawat Tempur Rusia Hancur dalam Ledakan Crimea
Ukraina, yang menuduh Moskow melancarkan perang agresi gaya kekaisaran yang tidak beralasan, mengatakan, sekitar 500 tentara Rusia dengan kendaraan berat dan senjata ditempatkan di pabrik itu, tempat teknisi Ukraina terus bekerja.
Ukraina dan Rusia telah menuduh satu sama lain membahayakan keselamatan pembangkit listrik terbesar di Eropa, dengan menyerang satu sama lain di sekitarnya. Rafael Grossi, kepala Badan Energi Atom Internasional (IAEA), telah mendesak kedua belah pihak untuk menahan diri. Ia juga memperingatkan "risiko yang sangat nyata dari bencana nuklir".
Menteri Luar Negeri dari Kelompok Tujuh negara industri terkemuka pada hari Rabu menuntut agar Rusia segera menyerahkan kembali kendali pabrik ke Ukraina, sesuatu yang tampaknya tidak mungkin dilakukan Moskow.
Baca: Ukraina Klaim 9 Pesawat Tempur Rusia Hancur dalam Ledakan Crimea
Ukraina, yang menuduh Moskow melancarkan perang agresi gaya kekaisaran yang tidak beralasan, mengatakan, sekitar 500 tentara Rusia dengan kendaraan berat dan senjata ditempatkan di pabrik itu, tempat teknisi Ukraina terus bekerja.
Ukraina dan Rusia telah menuduh satu sama lain membahayakan keselamatan pembangkit listrik terbesar di Eropa, dengan menyerang satu sama lain di sekitarnya. Rafael Grossi, kepala Badan Energi Atom Internasional (IAEA), telah mendesak kedua belah pihak untuk menahan diri. Ia juga memperingatkan "risiko yang sangat nyata dari bencana nuklir".
Menteri Luar Negeri dari Kelompok Tujuh negara industri terkemuka pada hari Rabu menuntut agar Rusia segera menyerahkan kembali kendali pabrik ke Ukraina, sesuatu yang tampaknya tidak mungkin dilakukan Moskow.
Lihat Juga :