Saudi Desak Dunia Internasional Paksa Israel Hentikan Serangan ke Palestina

Rabu, 10 Agustus 2022 - 15:21 WIB
loading...
Saudi Desak Dunia Internasional...
Saudi Desak Dunia Internasional Paksa Israel Hentikan Serangan ke Palestina. FOTO/Reuters
A A A
RAMALLAH - Arab Saudi pada Selasa (9/8/2022) menuntut tindakan internasional untuk menghentikan serangan mematikan oleh Angkatan Bersenjata Israel terhadap rakyat Palestina .

Pada pertemuan Kabinet di Jeddah yang diketuai oleh Raja Salman, para menteri Saudi mendesak masyarakat internasional untuk memikul tanggung jawabnya dan mengerahkan semua upaya untuk mengakhiri konflik.

Baca: Hizbullah Peringatkan Israel Tak Serang Pejuang Palestina di Lebanon

Seruan Saudi datang ketika tiga warga Palestina tewas dan 40 terluka dalam serangan Israel di Nablus di Tepi Barat utara. Seorang warga Palestina, Moamen Jaber yang berusia 17 tahun, meninggal karena luka-lukanya di rumah sakit di Hebron. Ia ditembak oleh tentara Israel dalam bentrokan sebelumnya di Bab Al-Zawiyah.

Empat kematian itu membuat jumlah orang yang tewas tahun ini akibat serangan pasukan Israel di Tepi Barat dan Jalur Gaza menjadi 130 jiwa.

"Dari Nablus ke Hebron, setelah Gaza dan Jenin, pendudukan terus melakukan kejahatan terbuka terhadap rakyat kami di semua wilayah pendudukan," kata Perdana Menteri Palestina Mohammed Shtayyeh, seperti dikutip dari Arab News.

Baca: Israel Lancarkan Serangan Mematikan di Tepi Barat, Bunuh Komandan Tinggi Brigade Al-Aqsa

Korban tewas pada Selasa terjadi setelah pasukan elit Israel mengepung sebuah rumah di kota tua Nablus di pagi hari. Militer Israel mendekati Ibrahim Al-Nabulsi dari Brigade Martir Al-Aqsa, sayap militer Fatah, dan setidaknya satu anggota lain dari kelompok tersebut bernama Islam Sabbouh.

Setelah Nabulsi menolak permintaan untuk menyerah, pasukan Israel melepaskan tembakan dan menyerang rumah tersebut dengan rudal anti-baju Matador, membunuh orang-orang di dalamnya. Seorang warga Palestina lainnya, Hussein Jamal Taha, 16 tahun, juga tewas.

Ribuan warga Palestina mengambil bagian dalam tiga pemakaman, yang terbesar di Nablus selama 20 tahun. Bentrokan kekerasan antara warga Palestina dan pasukan Israel pecah di Tepi Barat, melukai sedikitnya 20 warga sipil, kebanyakan pria muda.

Baca: Pejabat Palestina Dibunuh di Lebanon, Beberapa Jam usai Gencatan Senjata Gaza

Serangan baru itu terjadi kurang dari 48 jam setelah Israel menghentikan operasi militernya di Jalur Gaza, yang merenggut nyawa 46 warga Palestina, dan melukai lebih dari 300 warga sipil, termasuk wanita, anak-anak dan orang tua.

Nabil Aburudina, juru bicara Otoritas Palestina, mengutuk pembunuhan di Nablus dan mengatakan pendudukan Israel mendekati konfrontasi komprehensif dengan seluruh rakyat Palestina melalui agresinya.

Aburudina mengatakan pemerintah Israel tidak tertarik untuk mencapai perdamaian dan stabilitas, dan bekerja untuk menumpahkan darah Palestina untuk mencapai keuntungan dalam politik internal Israel.

(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Houthi Ancam Saudi,...
Houthi Ancam Saudi, Riyadh Janji Beri Respons Keras!
China Diduga Berupaya...
China Diduga Berupaya Perluas Ekspansi Senjata ke Timur Tengah via Pakistan
Wakil Menlu Arab Saudi...
Wakil Menlu Arab Saudi dan Keluarga Nasrallah Hadiri Pemakaman Khamenei
Israel Ternyata Coba...
Israel Ternyata Coba Habisi 2 Negosiator Utama Iran, Ini yang Dilakukan AS
Iran Peringatkan AS...
Iran Peringatkan AS dan Israel Jangan Serang Prosesi Pemakaman Khamenei!
Mojtaba Disebut Tak...
Mojtaba Disebut Tak Akan Hadiri Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei, Ini Alasannya
Profil Saleem Khader...
Profil Saleem Khader Al-Ashqar, Kiper Palestina yang Tewas dalam Serangan Israel di Gaza
Bus Jatuh ke Jurang...
Bus Jatuh ke Jurang Tewaskan Setidaknya 40 Orang di Pakistan
Krisis Global Jadi Topik...
Krisis Global Jadi Topik Hangat Simulasi Sidang PBB di Bangkok, Delegasi Indonesia Mendominasi
Rekomendasi
Pengembalian Amplop...
Pengembalian Amplop Raja Juli Tak Hapus Unsur Pidana, KPK Terus Dalami Kasus HPT
Soroti Dugaan Suap BEM...
Soroti Dugaan Suap BEM UBK, Didi Mahardhika Minta Gerakan Mahasiswa Jaga Integritas
Penelitian Unair: Galon...
Penelitian Unair: Galon Polikarbonat Tak Terkait Gangguan Hormon hingga Kanker
Berita Terkini
Jenderal Paling Ditakuti...
Jenderal Paling Ditakuti Israel dan AS Ini Muncul dari Persembunyian saat Pemakaman Khamenei
Nada Kemenangan Rusia...
Nada Kemenangan Rusia Berubah Drastis ketika Ukraina Terapkan Taktik Asimetris
Gelombang Panas Ganggu...
Gelombang Panas Ganggu Perayaan Kemerdekaan AS ke-250
10 Juta Rakyat Iran...
10 Juta Rakyat Iran Hadiri Pemakaman Khamenei, Bendera Merah Dikibarkan
Houthi Ancam Saudi,...
Houthi Ancam Saudi, Riyadh Janji Beri Respons Keras!
Siapa Charles Q. Brown...
Siapa Charles Q. Brown Jr? Jenderal AS yang Dipecat Trump Kritik Pemanfaatan Militer untuk Misi Politik
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved