Sukses Ubah Permainan, AS Kirim Lebih Banyak Rudal HIMARS ke Ukraina

Selasa, 09 Agustus 2022 - 23:45 WIB
loading...
Sukses Ubah Permainan,...
AS kirim lebih banyak rudal HIMARS ke Ukraina. Foto/Ilustrasi
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) akan mengirim lebih banyak rudal HIMARS ke Ukraina sebagai bagian dari paket bantuan pertahanan besar-besaran. Hal itu diumumkan oleh para pejabat AS.

Setelah Presiden Rusia Vladimir Putin melancarkan invasi ke Ukraina pada 24 Februari, banyak negara Barat, termasuk AS, dengan cepat membantu Ukraina, mengirimkan bantuan kemanusiaan dan militer untuk memperkuat pertahanannya.

Pada hari Senin, Departemen Pertahanan AS mengumumkan putaran terakhir bantuan militer untuk Ukraina, termasuk lebih banyak amunisi untuk Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi (HIMARS), yang telah disebut sebagai "pengubah permainan" untuk Ukraina.

Secara total, paket bantuan tersebut akan berjumlah USD1 miliar, dengan jumlah bantuan militer yang dikirim oleh pemerintahan Presiden Joe Biden berjumlah USD9,8 miliar sejak Januari 2021.

Baca juga: Anggota DPR AS: Sebagian Besar Bantuan untuk Ukraina adalah Penipuan

AS mulai mengirim Ukraina HIMARS, sistem rudal yang kuat yang dibangun oleh Lockheed Martin, pada bulan Juni. Sistemnya yang mobile, menembak dengan presisi dan memiliki kemampuan jangkauan sekitar 50 mil atau hampir dua kali lipat jangkauan howitzer M777, senjata buatan Barat yang digunakan Ukraina sebelum kedatangan HIMARS.

"Paket tersebut juga mencakup 75.000 butir amunisi artileri 155mm, 20 sistem mortir 120mm, 20.000 butir amunisi mortir 120mm, amunisi untuk sistem rudal darat-ke-udara tingkat nasional, 1.000 Javelin dan ratusan sistem anti-armor AT4, 50 kendaraan perawat medis lapis baja, amunisi anti-personil Claymore, bahan peledak C-4 dan pasokan medis," menurut Departemen Pertahanan AS seperti dikutip dari Newsweek, Selasa (9/8/2022).

HIMARS telah disebut-sebut meningkatkan upaya pertahanan Ukraina dalam beberapa bulan terakhir, dengan beberapa ahli berspekulasi bahwa mereka dapat mengubah gelombang perang yang menguntungkan Ukraina. Pensiunan Jenderal Angkatan Darat AS Mark Hertling menggambarkan HIMARS sebagai "pengubah permainan" pada bulan Juli, dengan mengatakan bahwa mereka menggunakan lebih sedikit amunisi, memiliki jangkauan yang lebih besar dan akurasi presisi yang lebih baik.

Ukraina sendiri memuji HIMARS karena membantu menghancurkan target utama milik Rusia, termasuk sistem komando dan gudang amunisi. Pekan lalu, Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina mengatakan pasukannya menggunakan HIMARS untuk menyerang lebih dari 10 titik kendali Rusia.

Baca juga: Bak Piala, Rusia Pamerkan Senjata AS dan Inggris yang Direbut di Ukraina

Brigadir Jenderal Oleksiy Gromov, wakil kepala departemen operasional utama pasukan, mengatakan pada Kamis lalu, tentara Ukraina juga melakukan 38 serangan terhadap senjata, peralatan militer dan pasukan Rusia.

Sedangkan militer Ukraina mengatakan pada malam tanggal 2 Agustus hingga pagi hari tanggal 3 Agustus, HIMARS menyerang beberapa pangkalan dan gudang senjata Rusia di sekitar kota Kherson yang diduduki.

Pengumuman itu datang hanya beberapa hari setelah Rusia mengatakan pasukannya menghancurkan HIMARS dan beberapa sistem peluncuran roket lainnya yang disediakan oleh negara-negara Barat.

“Selama pertarungan melawan baterai, satu peleton Ukraina dari sistem peluncuran roket ganda Alder dan HIMARS Amerika dihancurkan di dekat desa Pyatigorskoye, di wilayah Kharkiv,” kata juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia Letnan Jenderal Igor Konashenkov Jumat lalu.

Baca juga: Serangan Rusia Hancurkan 45.000 Ton Amunisi NATO di Ukraina

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Pemimpin Oposisi Zionis:...
Pemimpin Oposisi Zionis: Kesepakatan Damai AS-Iran Berarti Tak Satu Pun Tujuan Perang Israel Tercapai
Perseteruan Memanas,...
Perseteruan Memanas, Jet Tempur Swedia Cegat Pesawat Militer Rusia
Uni Emirat Arab Bayar...
Uni Emirat Arab Bayar Iran Rp355,5 Triliun agar Berhenti Menyerang
Swedia: Konflik Rusia-NATO...
Swedia: Konflik Rusia-NATO Bisa Pecah dalam Waktu Dekat
AS Habisi Bos Geng Tren...
AS Habisi Bos Geng Tren de Aragua, Markasnya di Venezuela Dibom hingga Berkeping-keping
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Ayatollah Ali Khamenei...
Ayatollah Ali Khamenei Akan Dimakamkan pada 9 Juli
Erdogan: Israel Makin...
Erdogan: Israel Makin Berani karena Dunia Bungkam
Rekomendasi
Momen Lucu Pangeran...
Momen Lucu Pangeran George Tahan Bersin di Trooping the Colour 2026, Ini Reaksi Kate Middleton!
Hadapi Pemilu 2029,...
Hadapi Pemilu 2029, PSI Perkuat Konsolidasi Akar Rumput di Kalimantan
BNPB: Bencana Banjir...
BNPB: Bencana Banjir hingga Karhutla Melanda 4 Daerah
Berita Terkini
Apa Itu Front Kedelapan...
Apa Itu Front Kedelapan Israel? Propaganda Digital terhadap Politikus Pro-Palestina
Pejuang Hizbullah Sergap...
Pejuang Hizbullah Sergap Pasukan Israel di Lebanon
Ini 5 Bukti Perjanjian...
Ini 5 Bukti Perjanjian Damai AS dan Iran Tunjukkan Kegagalan Tujuan Perang Israel
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Pemimpin Oposisi Zionis:...
Pemimpin Oposisi Zionis: Kesepakatan Damai AS-Iran Berarti Tak Satu Pun Tujuan Perang Israel Tercapai
Infografis
2 Negara NATO akan Kirim...
2 Negara NATO akan Kirim Jet Tempur dan Kapal Perang ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved