4 Gangster Paling Berbahaya di Amerika Serikat

Selasa, 09 Agustus 2022 - 15:21 WIB
loading...
A A A
Muncul di Los Angeles, Amerika Serikat, pada tahun 1980, kini gangster ini telah menyebar ke 46 negara bagian menurut FBI.

Dalam melakukan perekrutan anggota baru, mereka melakukan proses inisiasi yang tergolong brutal. Anggota baru akan disergap dan dibasahi dalam proses tersebut.

Disergap dengan artian akan mendapatkan pukulan brutal selama 13 detik. Dibasahi memiliki maksud dipaksa melakukan kejahatan untuk geng.

Bukan hanya berhenti di situ, seorang anggota geng memiliki risiko yang tinggi apabila mereka ingin keluar dari gangster.

Hal ini berkaitan dengan tato besar yang menjadi identitas di dada mereka. Tato tersebut membuat mereka menjadi anggota gangster seumur hidup.

Pakar FBI mengatakan bahwa motto dari gangster ini adalah “bunuh, perkosa, kendalikan.” Mereka menyimpulkan motto tersebut dari penyelidikan atas kelompok ini.

Salah satu kasus yang pernah diduga ada keterlibatan dengan kelompok ini adalah kasus penculikan tiga orang remaja.

Ada tiga orang remaja perempuan yang mereka sandera dan perkosa sebelum mereka tembak mati salah satu dari remaja tersebut.

3. Aryan Brotherhood

Aryan Brotherhood adalah geng penjara rasis tertua di dunia. Gangster ini berawal pada tahun 1960-an di California, Amerika Serikat.

4 Gangster Paling Berbahaya di Amerika Serikat


Tak heran apabila geng ini dikenal sebagai geng yang rasis. Dalam perekrutan anggota baru, mereka hanya mau menerima kaum berkulit putih.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Siapkan Kemenangan pada...
Siapkan Kemenangan pada Pemilu Pertengahan, Trump Gelar Konvensi Partai Republik
Mahkamah Agung Batalkan...
Mahkamah Agung Batalkan Perintah Kewarganegaraan Berdasarkan Kelahiran Trump
Dewan Perdamaian Ungkap...
Dewan Perdamaian Ungkap Kendaraan Taktis Pertama Tiba di Pangkalan Multinasional Dekat Gaza
Oman Tawarkan Rencana...
Oman Tawarkan Rencana Pasca-Konflik pada AS tentang Biaya Melewati Selat Hormuz
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Donald Trump Raup Rp25...
Donald Trump Raup Rp25 Triliun dari Bisnis Kripto, Lampaui Pendapatan Properti yang Dibangun Puluhan Tahun
Laporan Media: Iran...
Laporan Media: Iran - AS Sepakat Hentikan Serangan, Gelar Pertemuan Darurat di Qatar
Israel Incar Pemimpin...
Israel Incar Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei, Siap Perang Lagi 
Rekomendasi
Keisya Levronka Tulis...
Keisya Levronka Tulis Lagu Aku Sepatah Hati Itu untuk Adiknya yang Jatuh di Untar
Perkuat Kualitas Informasi,...
Perkuat Kualitas Informasi, Pegadaian Berkomitmen Tingkatkan Kompetensi Ratusan Jurnalis
Raisa Diduga Jalan Bareng...
Raisa Diduga Jalan Bareng Chef Asal Prancis di Tokyo, Netizen Bahas Finansial sang Pria
Berita Terkini
Israel Sebut Mojtaba...
Israel Sebut Mojtaba Jadi Target Pembunuhan, Iran Marah Besar!
Direktur CIA: Dunia...
Direktur CIA: Dunia Terancam dengan Senjata Nuklir Digital yang Didukung AI
Jalanan di Inggris Meleleh...
Jalanan di Inggris Meleleh pada Suhu 45 Derajat Celsius, Ini 3 Alasannya
Paksa Rusia Mengakhiri...
Paksa Rusia Mengakhiri Perang, Ukraina Intensifkan Serangan Drone ke Moskow
Siapkan Kemenangan pada...
Siapkan Kemenangan pada Pemilu Pertengahan, Trump Gelar Konvensi Partai Republik
Dunia Fokus ke Iran,...
Dunia Fokus ke Iran, Israel Justru Percepat Perebutan Lahan di Gaza dan Tepi Barat
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved