Bangladesh Minta Bantuan China Pulangkan Pengungsi Rohingya ke Myanmar
Selasa, 09 Agustus 2022 - 04:00 WIB
loading...
A
A
A
Baca: Tolak Keberatan Myanmar, Pengadilan Dunia Bakal Sidangkan Kasus Genosida Muslim Rohingya
Di tengah ketegangan baru-baru ini antara China dan Taiwan, Bangladesh mengeluarkan pernyataan yang menegaskan kembali dukungannya terhadap kebijakan "satu-China". Setelah memenangkan pemilihan pada tahun 2008, pemerintahan Hasina menutup kantor perwakilan bisnis Taiwan di Dhaka sebagai tanggapan atas permintaan dari China, dan sejak itu China telah meningkatkan keterlibatannya di Bangladesh.
Industri garmen Bangladesh, yang mendatangkan lebih dari 80 persen mata uang asing dari ekspor, sangat bergantung pada China untuk bahan baku.
Pada hari Minggu, Yi mengatakan kepada Hasina selama panggilan kehormatan bahwa negaranya menganggap Bangladesh sebagai “mitra pembangunan strategis” dan akan terus mendukungnya, kata Ihsanul Karim, sekretaris pers kepresidenan.
Sementara Analis Munshi Faiz Ahmad, yang menjabat sebagai Duta Besar Bangladesh di Beijing, mengatakan bahwa kunjungan Yi sangat signifikan bagi kedua negara. “Untuk menyelesaikan krisis Rohingya, Bangladesh membutuhkan dukungan dari China. Kunjungan ini akan membantu memperkuat hubungan bilateral,” kata Ahmad kepada The Associated Press.
Di tengah ketegangan baru-baru ini antara China dan Taiwan, Bangladesh mengeluarkan pernyataan yang menegaskan kembali dukungannya terhadap kebijakan "satu-China". Setelah memenangkan pemilihan pada tahun 2008, pemerintahan Hasina menutup kantor perwakilan bisnis Taiwan di Dhaka sebagai tanggapan atas permintaan dari China, dan sejak itu China telah meningkatkan keterlibatannya di Bangladesh.
Industri garmen Bangladesh, yang mendatangkan lebih dari 80 persen mata uang asing dari ekspor, sangat bergantung pada China untuk bahan baku.
Pada hari Minggu, Yi mengatakan kepada Hasina selama panggilan kehormatan bahwa negaranya menganggap Bangladesh sebagai “mitra pembangunan strategis” dan akan terus mendukungnya, kata Ihsanul Karim, sekretaris pers kepresidenan.
Sementara Analis Munshi Faiz Ahmad, yang menjabat sebagai Duta Besar Bangladesh di Beijing, mengatakan bahwa kunjungan Yi sangat signifikan bagi kedua negara. “Untuk menyelesaikan krisis Rohingya, Bangladesh membutuhkan dukungan dari China. Kunjungan ini akan membantu memperkuat hubungan bilateral,” kata Ahmad kepada The Associated Press.
(esn)
Lihat Juga :