Kelompok HAM Kritik Skema Pemerintah Inggris Tangani Pengungsi Afghanistan

Senin, 08 Agustus 2022 - 23:09 WIB
loading...
A A A
Baca: Pasukan Khusus Inggris Diduga Keras Bunuh Puluhan Tahanan Afghanistan

Seseorang mengatakan kepada surat kabar Observer: “Kami telah benar-benar dilupakan. Setelah bekerja selama bertahun-tahun untuk pemerintah Inggris di Afghanistan, saya patah hati dan malu (bahwa) kebijakan pemukiman kembali utama mereka telah gagal begitu parah,” jelasnya.

“Satu tahun berlalu, kami tidak menerima komunikasi dari pemerintah tentang apa yang terjadi selanjutnya, dan tetap tinggal di hotel. Saya sering bertanya pada diri sendiri, apakah lebih baik saya tetap tinggal di Afghanistan, dan menghadapi takdir saya di tangan Taliban,” lanjutnya.



Dewan Inggris mengatakan dalam sebuah pernyataan: “Kami tahu mantan rekan kami hidup dalam keadaan yang semakin putus asa. Kami sangat prihatin dengan mereka dan kesejahteraan keluarga mereka dan kami terus berhubungan langsung dengan mereka secara teratur,” jelasnya.

“Skema relokasi Afghanistan dijalankan oleh pemerintah Inggris. Kami telah mendorong kemajuan dengan kontak senior dalam pemerintah Inggris untuk memastikan pertimbangan paling awal dari aplikasi relokasi mantan kontraktor kami,” tambahnya.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Venezuela Memohon kepada...
Venezuela Memohon kepada Raja Charles: Serahkan 31 Ton Emas yang Ditahan Inggris
Ini 10 Negara yang Melarang...
Ini 10 Negara yang Melarang Masuk 2 Menteri Ekstremis Israel Ben-Gvir dan Smotrich
Pesawat Rusia Dekati...
Pesawat Rusia Dekati Kapal Induk Inggris, 2 Jet Tempur Siluman F-35 London Beraksi
Jalanan di Inggris Meleleh...
Jalanan di Inggris Meleleh pada Suhu 45 Derajat Celsius, Ini 3 Alasannya
2 Negara Muslim Ini...
2 Negara Muslim Ini Saling Serang, Ini 7 Alasan Konflik Itu Tak Mudah Diselesaikan
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Helikopternya Jatuh,...
Helikopternya Jatuh, Komandan Angkatan Laut AS Tewas di Laut Arab
Ngeri! Jendela Pesawat...
Ngeri! Jendela Pesawat Lepas, Lansia Nyaris Tersedot Keluar saat Penerbangan dari Yunani
Rekomendasi
Akademisi Desak Polri...
Akademisi Desak Polri Tindak Penyebar Disinformasi Pengamanan Kejaksaan oleh TNI
Perjalanan Prancis dan...
Perjalanan Prancis dan Spanyol: Siapa Layak ke Final Piala Dunia 2026?
Sidang Praperadilan...
Sidang Praperadilan ke-2 Hari Ini, Roy Suryo Siap Dengarkan Jawaban Polda Metro Jaya
Berita Terkini
Langka, Sekutu AS Minta...
Langka, Sekutu AS Minta Tolong Korut Cari Tentara Seoul yang Hilang di Perbatasan
Eks Jenderal AS Sarankan...
Eks Jenderal AS Sarankan Amerika Rebut Pulau Kharg yang Jadi Jantung Ekonomi Minyak Iran
Mengapa Iran Tak Serang...
Mengapa Iran Tak Serang Arab Saudi dalam Membalas Serangan AS? Ini Jawabannya
Kebakaran Mengerikan...
Kebakaran Mengerikan Melanda Pub Bangkok, 27 Orang Tewas, 22 Kritis
Israel Syok Senator...
Israel Syok Senator AS Pro-Zionis Lindsey Graham Mendadak Meninggal
Persaingan Memanas,...
Persaingan Memanas, China Membangun Replika Kapal Perang AS untuk Latihan Tembak Rudal
Infografis
Houthi Klaim Mampu Gagalkan...
Houthi Klaim Mampu Gagalkan Serangan Udara AS dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved