Office 39, Markas Gelap Korut yang Jadi 'Mesin Uang' Kim Jong-un
Senin, 29 Juni 2020 - 13:50 WIB
loading...
A
A
A
Korea Utara masih memiliki sekitar 40 kedutaan, tetapi uang yang lebih besar dihasilkan dengan mengekspor tenaga kerja sebagai budak. Di wilayah Siberia Rusia dan China, misalnya, pria Korea Utara melakukan pekerjaan seperti penebangan kayu dan dipaksa untuk memberikan hampir semua upah mereka kepada pemerintah.
Penyelundupan narkoba memuncak pada awal 2000-an. Pada tahun 2003, polisi Australia menemukan heroin senilai USD160 juta diturunkan ke pantai dari Pong Su, sebuah kapal kargo Korea Utara.
"Korea Utara mungkin masih terlibat dalam perdagangan narkotika, tetapi tidak dengan sanksi resmi rezim hari ini," kata Michael Madden, seorang sarjana Korea Utara di lembaga 38 North, kepada New York Post.
Sekilas laporan tentang cara kerja Kantor 39 muncul pada tahun 2017 ketika Ri Jong-Ho, mantan pejabat Kantor 39 yang membelot pada tahun 2014, mengatakan kepada media Jepang bahwa operasi kantor itu memiliki lima kelompok pusat yang diawaki oleh ribuan karyawan tingkat rendah—sedikit yang melakukan bisnis yang sah, tetapi banyak yang tidak.
Ri mengatakan kepada Washington Post bahwa dia bisa mendapatkan jutaan dolar AS ke Pyongyang hanya dengan menyerahkan sekantong uang kepada seorang kapten kapal yang meninggalkan kota pesisir China menuju pelabuhan Nampo, Korea Utara. Ri memperkirakan dia mengirim USD10 juta dengan cara itu hanya dalam sembilan bulan pertama 2014.
Penyelundupan narkoba memuncak pada awal 2000-an. Pada tahun 2003, polisi Australia menemukan heroin senilai USD160 juta diturunkan ke pantai dari Pong Su, sebuah kapal kargo Korea Utara.
"Korea Utara mungkin masih terlibat dalam perdagangan narkotika, tetapi tidak dengan sanksi resmi rezim hari ini," kata Michael Madden, seorang sarjana Korea Utara di lembaga 38 North, kepada New York Post.
Sekilas laporan tentang cara kerja Kantor 39 muncul pada tahun 2017 ketika Ri Jong-Ho, mantan pejabat Kantor 39 yang membelot pada tahun 2014, mengatakan kepada media Jepang bahwa operasi kantor itu memiliki lima kelompok pusat yang diawaki oleh ribuan karyawan tingkat rendah—sedikit yang melakukan bisnis yang sah, tetapi banyak yang tidak.
Ri mengatakan kepada Washington Post bahwa dia bisa mendapatkan jutaan dolar AS ke Pyongyang hanya dengan menyerahkan sekantong uang kepada seorang kapten kapal yang meninggalkan kota pesisir China menuju pelabuhan Nampo, Korea Utara. Ri memperkirakan dia mengirim USD10 juta dengan cara itu hanya dalam sembilan bulan pertama 2014.
(min)
Lihat Juga :