Office 39, Markas Gelap Korut yang Jadi 'Mesin Uang' Kim Jong-un

Senin, 29 Juni 2020 - 13:50 WIB
loading...
Office 39, Markas Gelap...
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un. Foto/REUTERS/KCNA
A A A
SEOUL - Kim Jong-un , diktator muda Korea Utara (Korut) pernah menghilang dari publik, lalu muncul. Sekarang, pemimpin rezim komunis Korea ini tidak terlihat lagi, dan itu menimbulkan pertanyaan; Siapa yang menjaga "toko-toko" yang membuatnya menikmati minuman keras dan hidup mewah?

Adik perempuannya, Kim Yo-jong, telah melangkah ke perannya sebagai saber-rattler, bahkan mengancam melakukan serangan nuklir terhadap Amerika Serikat (AS). Tetapi mereka yang terperangkap dalam intrik istana benar-benar ingin tahu apakah perempuan itu juga yang mengawasi "mesin uang" yang membuat rezim Kim Jong-un tetap berjalan.

Para analis menyebut Office 39, sebuah markas gelap dan terkenal di Pyongyang, sebagai "mesin uang" Kim Jong-un dan keluarganya. Markas besar itu dilaporkan menjadi markas jaringan penyelundupan global yang dirancang untuk menghasilkan jutaan mata uang keras yang menggemukkan pundi-pundi uang Kim dan keluarganya.

Tanpa markas itu, elite Pyongyang—yang dicekik oleh sanksi PBB dan Amerika Serikat (AS) dengan imbas tak bisa melakukan perdagangan papan atas dengan dunia internasional—harus hidup tanpa kemewahan apa pun, apalagi membangun senjata nuklir. (Baca: Nyatakan Musuh, Korut Putus Seluruh Jalur Komunikasi dengan Korsel )

"Menurut Anda, di mana Kim mendapatkan cognac, Mercedes, dan arloji Rolex?," tanya David Maxwell, pensiunan kolonel Pasukan Khusus Angkatan Darat AS yang juga pakar tentang Korea Utara, kepada New York Post. "Semua uang untuk membeli barang itu berasal dari Office 39."

Pembuatan dan perdagangan obat-obatan terlarang, pemalsuan, penyelundupan emas, perdagangan senjata dan perbudakan buruh hanyalah segelintir dari kegiatan ultra-ilegal yang disponsori Kantor 39 sejak mendiang ayah Kim, Kim Jong-Il, meluncurkannya pada 1974.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Iran Ungkap Radar AS...
Iran Ungkap Radar AS Mengalami Malam Gelap akibat Serangan Rudal
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
Keluarga Peter Crouch...
Keluarga Peter Crouch Cerita Susahnya Masuk AS saat Piala Dunia 2026
Korban Tewas Gempa Venezuela...
Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 5.208 Jiwa, 16.740 Orang Terluka
Iran Ancam Serang Fasilitas...
Iran Ancam Serang Fasilitas Energi Negara-Negara Arab, jika..
Rekomendasi
Momen Keakraban Cak...
Momen Keakraban Cak Imin, Dasco, dan Angela Tanoesoedibjo di Harlah ke-28 PKB
PLN EPI Tawarkan Kontrak...
PLN EPI Tawarkan Kontrak hingga 5 Tahun untuk Pemasok Biomassa
Sebut Ada 3 Kancil Politik...
Sebut Ada 3 Kancil Politik Indonesia, Prabowo: Kalau Berkumpul, Bahaya
Berita Terkini
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved