AS Nyatakan Wabah Cacar Monyet Darurat Kesehatan Masyarakat

Jum'at, 05 Agustus 2022 - 04:49 WIB
loading...
AS Nyatakan Wabah Cacar...
AS Nyatakan Wabah Cacar Monyet Darurat Kesehatan Masyarakat. FOTO/Reuters
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) telah menyatakan cacar monyet sebagai darurat kesehatan masyarakat, kata Menteri Kesehatan AS, Kamis (4/8/2022). Ini adalah sebuah langkah yang diharapkan dapat membebaskan dana dan alat tambahan untuk memerangi penyakit itu.

Deklarasi itu muncul ketika jumlah kasus melampaui 6.600 di AS. Hampir semuanya di antara pria yang berhubungan seks dengan pria.

Baca: Cacar Monyet Mewabah di Singapura, KKP Batam Perketat Pintu Masuk Internasional

“Kami siap untuk mengambil tanggapan kami ke tingkat berikutnya dalam mengatasi virus ini, dan kami mendesak setiap orang Amerika untuk menganggap cacar monyet dengan serius,” kata Sekretaris Layanan Kesehatan dan Kemanusiaan, Xavier Becerra, seperti dikutip dari Reuters.

Deklarasi tersebut juga akan membantu meningkatkan ketersediaan data cacar monyet, kata Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS Rochelle Walensky, berbicara bersama Bacerra.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga menjuluki cacar monyet sebagai "darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional," tingkat kewaspadaan tertinggi. Deklarasi WHO bulan lalu dirancang untuk memicu respons internasional yang terkoordinasi dan dapat membuka pendanaan untuk berkolaborasi dalam vaksin dan perawatan.

Awal bulan ini, Presiden AS Joe Biden menunjuk dua pejabat tinggi federal untuk mengoordinasikan tanggapan pemerintahannya terhadap cacar monyet, menyusul deklarasi keadaan darurat oleh California, Illinois, dan New York.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump akan Bicara dengan...
Trump akan Bicara dengan Hizbullah jika Presiden Lebanon Mau
Menlu Rubio Ungkap AS...
Menlu Rubio Ungkap AS Masih Bersedia Negosiasi dengan Iran
RUU Integrasi Militer...
RUU Integrasi Militer AS-Israel Dianggap Ancaman Eksistensial, Anggota Kongres Diseru Menolak
Trump Setujui Kesepakatan...
Trump Setujui Kesepakatan Nuklir Arab Saudi yang Memungkinkan Pengayaan Uranium
Trump Ingin Terus Serang...
Trump Ingin Terus Serang Iran dari Pangkalan Militer Inggris
Menhan AS Hegseth Ungkap...
Menhan AS Hegseth Ungkap Biaya Perang Melawan Iran Sejauh Ini Sebesar Rp672 Triliun
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Musim Panas Makin Menyengat,...
Musim Panas Makin Menyengat, Tokyo Dorong Karyawan Kenakan Celana Pendek ke Kantor
PM Jepang Takaichi:...
PM Jepang Takaichi: Akhirnya Saya Bisa Tidur 5 Jam, Nyetrika dan Jahit!
Rekomendasi
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
Airlangga Sangkal PFII...
Airlangga Sangkal PFII Jadi Surga Pencucian Uang: Bukan untuk Dana-dana Gelap
Pimpin Gerakan ASRI...
Pimpin Gerakan ASRI di Banyuwangi, Safrizal Ajak Masyarakat Bangun Budaya Kebersihan
Berita Terkini
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
CIA Akui Agresi AS ke...
CIA Akui Agresi AS ke Iran Gagal Total, Ini 4 Indikatornya
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved