Ketegangan Meningkat, China Kembali Tembakkan Rudal Balistik Dekat Taiwan

Kamis, 04 Agustus 2022 - 18:47 WIB
loading...
Ketegangan Meningkat,...
China menembakkan rudal balistik Dongfeng ke dekat Taiwan. Foto/taiwannews
A A A
TAIPEI - China menembakkan sejumlah rudal di sekitar Taiwan saat memulai latihan militer yang belum pernah terjadi sebelumnya. Latihan militer ini digelar sehari setelah Ketua DPR Amerika Serikat (AS) Nancy Pelosi ke pulau yang memiliki pemerintahan sendiri namun dianggap Beijing sebagai wilayahnya.

Tidak seperti biasanya, latihan di enam wilayah di sekitar Taiwan diumumkan dengan peta pelacak yang diedarkan oleh kantor berita resmi China Xinhua awal pekan ini - sebuah faktor yang bagi beberapa analis dan cendekiawan menunjukkan perlunya dimainkan baik oleh penonton domestik maupun asing.

Komando Teater Timur China mengatakan telah menyelesaikan beberapa penembakan rudal konvensional di perairan lepas pantai timur Taiwan sebagai bagian dari latihan yang direncanakan.

Terakhir kali China menembakkan rudal ke perairan sekitar Taiwan adalah pada tahun 1996.

Sementara itu Kementerian pertahanan Taiwan mengatakan beberapa rudal balistik Dongfeng telah ditembakkan di perairan di timur laut dan barat daya pulau itu.

Baca juga: Kepung Taiwan, China Tembakkan Rudal Pembunuh Kapal Induk

"Dua rudal juga diluncurkan oleh China di dekat pulau Matsu Taiwan, yang terletak di lepas pantai China, sekitar pukul 2 siang waktu setempat ke arah zona latihan yang diumumkan oleh China," menurut laporan keamanan internal Taiwan dan dikonfirmasi oleh sumber keamanan Taiwan seperti dikutip dari Reuters, Kamis (4/8/2022).

Para pejabat Taiwan mengatakan latihan itu melanggar aturan Perserikatan Bangsa-Bangsa, menginvasi ruang teritorial Taiwan dan merupakan tantangan langsung untuk navigasi udara dan laut yang bebas.

"China sedang melakukan latihan di jalur air dan rute penerbangan internasional tersibuk dan itu adalah perilaku yang tidak bertanggung jawab dan tidak sah," kata Partai Progresif Demokratik yang berkuasa di Taiwan.

Juru bicara kabinet Taiwan, yang menyatakan kecaman serius atas latihan tersebut, juga mengatakan bahwa situs web kementerian pertahanan, kementerian luar negeri dan kantor kepresidenan diserang oleh peretas.

Kapal Angkatan Laut dan pesawat militer China secara singkat melintasi garis tengah Selat Taiwan beberapa kali pada Kamis pagi, sumber Taiwan yang diberi pengarahan tentang masalah tersebut mengatakan kepada Reuters.

Baca juga: BREAKING NEWS-China Lakukan Serangan Presisi di Selat Taiwan

Pada tengah hari pada hari Kamis, kapal-kapal militer dari kedua belah pihak tetap berada di daerah itu dan berada dalam jarak dekat.

Taiwan juga mengirim jet-jet tempur dan mengerahkan sistem rudal untuk melacak beberapa pesawat China yang melintasi garis.

"Mereka terbang masuk dan kemudian terbang keluar, lagi dan lagi. Mereka terus mengganggu kami," kata sumber Taiwan itu.

China, yang mengklaim Taiwan sebagai wilayahnya sendiri dan berhak untuk mengambilnya dengan paksa, mengatakan pada hari Kamis bahwa perbedaannya dengan pulau yang memiliki pemerintahan sendiri itu adalah urusan internal.

"Hukuman kami terhadap orang-orang yang pro-kemerdekaan Taiwan, kekuatan eksternal masuk akal, sah," kata Kantor Urusan Taiwan yang berbasis di Beijing.

Baca juga: Tegang, Taiwan Tembakkan Suar Usir Gerombolan Drone China

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Viral! Kebun Binatang...
Viral! Kebun Binatang China Cari Pemeran Beruang Hitam, Gajinya Rp263,6 Juta
Kerja Sama Yunani-China...
Kerja Sama Yunani-China Diperdebatkan, Legislator Tolak Status 'Mitra Lemah'
Jepang Sangkal Militernya...
Jepang Sangkal Militernya Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk China
China Bikin Replika...
China Bikin Replika Kapal Perang AS untuk Jadi Target Tes Rudal
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
Kemlu Pastikan 3 WNI...
Kemlu Pastikan 3 WNI di Venezuela Aman Pascagempa Dahsyat M7,1
Gempa M7,2 di Jepang:...
Gempa M7,2 di Jepang: Gedung-Gedung di Tokyo Berguncang, Korban Nihil
Rekomendasi
PLN EPI Dorong Zero...
PLN EPI Dorong Zero Waste lewat Pengelolaan Sampah Terpilah dan Daur Ulang
Rekomendasi Short Drama...
Rekomendasi Short Drama China, First Marriage Bliss Tayang di V+Short
Brasil Resmi Gugat Keputusan...
Brasil Resmi Gugat Keputusan VAR ke FIFA, Gol Lionel Messi Ikut Terseret
Berita Terkini
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Tolak Klaim AS, Iran...
Tolak Klaim AS, Iran Tegaskan Aset yang Dicairkan Tidak untuk Beli Produk Pertanian Amerika
Infografis
Militer China Kepung...
Militer China Kepung Taiwan untuk Simulasi Invasi Besar-besaran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved