Rusia Klaim Barhasil Hancurkan Lebih dari 100 Roket HIMARS
Kamis, 28 Juli 2022 - 00:34 WIB
loading...
A
A
A
AS, yang merupakan pendukung terbesar Kiev dalam konfliknya dengan Moskow, telah memasok Ukraina dengan 16 sistem HIMARS pada 22 Juli sementara Inggris telah menyediakan tiga peluncur lain yang mampu menembakkan amunisi yang sama. Namun, pekan lalu, militer Rusia mengklaim telah menghancurkan empat peluncur roket tersebut. Pejabat Kiev telah membantah klaim ini sebagai "informasi yang salah."
Kementerian Pertahanan Rusia juga melaporkan bahwa pasukannya telah melakukan serangan terhadap personel dan peralatan militer Ukraina di 142 distrik, menghancurkan sejumlah howitzer dan peleton artileri.
Menurut Kementerian Pertahanan Rusia, Ukraina sejauh ini telah kehilangan lebih dari 760 sistem roket peluncuran ganda (MLRS) dan lebih dari 3.200 artileri sejak awal pertempuran pada Februari lalu.
Baca juga: Kepala Pentagon dan Menhan Ukraina Bahas Pengiriman Lebih Banyak HIMARS
Rusia mengirim pasukan ke Ukraina pada 24 Februari, dengan alasan kegagalan Kiev untuk mengimplementasikan perjanjian Minsk, yang dirancang untuk memberi wilayah Donetsk dan Lugansk status khusus di dalam negara Ukraina. Protokol, yang ditengahi oleh Jerman dan Prancis, pertama kali ditandatangani pada tahun 2014.
Kementerian Pertahanan Rusia juga melaporkan bahwa pasukannya telah melakukan serangan terhadap personel dan peralatan militer Ukraina di 142 distrik, menghancurkan sejumlah howitzer dan peleton artileri.
Menurut Kementerian Pertahanan Rusia, Ukraina sejauh ini telah kehilangan lebih dari 760 sistem roket peluncuran ganda (MLRS) dan lebih dari 3.200 artileri sejak awal pertempuran pada Februari lalu.
Baca juga: Kepala Pentagon dan Menhan Ukraina Bahas Pengiriman Lebih Banyak HIMARS
Rusia mengirim pasukan ke Ukraina pada 24 Februari, dengan alasan kegagalan Kiev untuk mengimplementasikan perjanjian Minsk, yang dirancang untuk memberi wilayah Donetsk dan Lugansk status khusus di dalam negara Ukraina. Protokol, yang ditengahi oleh Jerman dan Prancis, pertama kali ditandatangani pada tahun 2014.
Lihat Juga :