Takut Sanksi Amerika, Filipina Batal Beli Helikopter Mi-17 Rusia

Rabu, 27 Juli 2022 - 21:30 WIB
loading...
A A A
Setelah menjabat sebagai Kepala Pertahanan di bawah Duterte, Lorenzana telah ditunjuk oleh Presiden baru Ferdinand Marcos Jr. untuk mengepalai sebuah badan pemerintah yang bertugas mengubah bekas pangkalan militer menjadi pusat bisnis.

Duta Besar Filipina untuk Washington Jose Manuel Romualdez mengatakan kepada AP bahwa kesepakatan itu dibatalkan karena Manila dapat menghadapi kemungkinan sanksi di bawah undang-undang federal AS yang disebut Undang-Undang Melawan Musuh Amerika Melalui Sanksi jika kesepakatan helikopter itu berhasil.

Baca: Helikopter Rusia Ditembak Jatuh Rudal Buatan Inggris, Moskow Murka

Seorang pejabat militer Filipina mengatakan kesepakatan helikopter akan menjalani "proses penghentian" setelah keputusan untuk membatalkannya dibuat karena kontrak telah ditandatangani.

“Rusia dapat mengajukan banding tetapi hanya ada sedikit ruang bagi pemerintah Filipina untuk mempertimbangkan kembali,” kata pejabat itu, yang berbicara dengan syarat anonim karena kurangnya wewenang untuk membahas masalah tersebut secara terbuka.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Acuhkan Trump, Israel...
Acuhkan Trump, Israel Tolak Tinggalkan Lebanon meski AS-Iran Berdamai
Rekomendasi
Mantan Wakapolri: Polisi...
Mantan Wakapolri: Polisi yang Bawa Dokter Tifa ke RS Polri Pernah Dampingi Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Temui Jokowi
JustMarkets Luncurkan...
JustMarkets Luncurkan Trading Saham SpaceX untuk Klien
Di Hadapan Pimpinan...
Di Hadapan Pimpinan DPR, Mahasiswa Minta Pemerintah Tak Mainkan Isu Perut Rakyat
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Infografis
Helikopter Rusia MI-28N,...
Helikopter Rusia MI-28N, Hancurkan Musuh dalam Gelap Gulita
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved