Serang Suriah, Pasukan Rusia Tembaki Jet Tempur Israel dengan S-300

Rabu, 27 Juli 2022 - 06:02 WIB
loading...
Serang Suriah, Pasukan...
Pasukan Rusia tembaki jet tempur Israel dengan S-300 saat menyerang Suriah. Foto/Ilustrasi
A A A
TEL AVIV - Menteri Pertahanan Israel , Benny Gantz, mengkonfirmasi bahwa pasukan Rusia menembaki jet-jet tempur Israel menggunakan sistem rudal anti pesawat canggih S-300 . Peristiwa itu terjadi pada saat Angkatan Udara Israel (IAF) menyerang sasaran di barat laut Suriah pada bulan Mei.

Insiden itu pertama kali dilaporkan oleh stasiun televisi Channel 13 seminggu setelah serangan pada 13 Mei, di mana IAF membom beberapa sasaran di dekat kota Masyaf di barat laut Suriah.

"Itu adalah insiden satu kali saja," kata Gantz pada konferensi yang diselenggarakan oleh Channel 13.

“Jet kami bahkan tidak berada di daerah itu,” tambah Gantz, membenarkan laporan asli yang mengklaim radar S-300 tidak berhasil mengunci jet Israel yang meninggalkan daerah itu, dan dengan demikian tidak menimbulkan ancaman serius bagi para pilot.

Tetapi Gantz menekankan: "Saya pikir situasinya stabil sekarang," seperti dikutip dari Times of Israel, Rabu (27/7/2022).

Baca juga: Israel Peringatkan Rusia tentang Konsekuensi Jika Usir Badan Yahudi

Insiden itu menandai penggunaan pertama S-300 terhadap IAF di Suriah.

Karena baterai S-300 Suriah dioperasikan oleh militer Rusia dan tidak dapat ditembakkan tanpa persetujuan mereka, itu adalah perkembangan yang mengkhawatirkan bagi Israel.

Israel telah melakukan ratusan serangan udara di dalam wilayah Suriah selama perang saudara pecah di negara itu dan sejak itu, menargetkan apa yang dikatakan sebagai pengiriman senjata menuju kelompok teror Hizbullah Lebanon yang didukung Iran dan situs terkait Iran lainnya.

Israel dilaporkan telah melakukan banyak serangan udara di Suriah sejak insiden Mei.

Daerah Masyaf diperkirakan digunakan sebagai pangkalan bagi pasukan dan milisi pro-Iran serta telah berulang kali menjadi sasaran dalam beberapa tahun terakhir dalam serangan yang dikaitkan dengan Israel.

Baca juga: BREAKING NEWS-Israel Bombardir Situs Militer Ibu Kota Suriah, 3 Tentara Assad Tewas

Citra satelit yang diambil setelah serangan menunjukkan bahwa fasilitas bawah tanah telah hancur total.

Konfirmasi Gantz datang di tengah memburuknya hubungan antara Israel dan Rusia atas rencana Moskow untuk menutup Badan Yahudi di negara itu.

Israel mendapati dirinya berselisih dengan Rusia karena semakin mendukung Ukraina di tengah invasi Rusia, sambil berusaha mempertahankan kebebasan bergerak di langit Suriah, yang sebagian besar dikendalikan oleh Moskow.

Dalam beberapa tahun terakhir, Israel dan Rusia membentuk apa yang disebut hotline dekonfliksi untuk menjaga agar kedua pihak tidak terjerat dan secara tidak sengaja bentrok di Suriah.

Pada tahun 2018, Rusia memberikan sistem pertahanan udara S-300 yang canggih kepada militer Suriah secara gratis, mentransfer tiga batalyon dengan masing-masing delapan peluncur ke rezim Assad meskipun ada keberatan yang keras dari Israel dan Amerika Serikat (AS).

Baca juga: Serangan Udara Israel ke Wilayah Suriah Lukai Dua Warga Sipil

Pengiriman sistem S-300 Rusia ke Suriah menyusul jatuhnya pesawat mata-mata Rusia oleh pasukan Suriah yang merespons serangan Israel di wilayah udara Suriah. Rusia menyalahkan Israel atas insiden itu, yang menewaskan 15 awak Rusia.

Israel dan sekutunya selama bertahun-tahun telah melobi Rusia untuk tidak memberi Suriah dan pemain regional lainnya sistem S-300, dengan alasan bahwa itu akan membatasi kemampuan Israel untuk menetralisir ancaman, termasuk oleh Hizbullah.

Selain menyediakan pertahanan udara bagi Suriah, Moskow juga memelihara sistem pertahanan udara S-400 yang canggih untuk melindungi asetnya sendiri di Suriah, tetapi tidak pernah menggunakannya kepada pesawat Israel.

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
6 Tentara Israel Tewas...
6 Tentara Israel Tewas dalam 3 Hari Terakhir Akibat Sergapan Hizbullah
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
Marahnya Warga Israel...
Marahnya Warga Israel atas Kesepakatan AS-Iran: Kami Dikhianati Trump, Ini Kesalahan Besar
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Iran-AS Capai Kesepakatan...
Iran-AS Capai Kesepakatan Damai, Israel Tolak Tarik Pasukan dari Lebanon
Harga Minyak Dunia Naik,...
Harga Minyak Dunia Naik, Aktivitas Pelayaran di Selat Hormuz Belum Pulih
Rekomendasi
Sinopsis The Last Girl...
Sinopsis The Last Girl on the Trafficking List di V+Short, Kisah Olive Terjebak Sindikat Berbahaya
Polri: Frans Antoni...
Polri: Frans Antoni Diduga Otak Cuci Uang Hasil Narkoba Fredy Pratama
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pengelolaan Eceng Gondok
Berita Terkini
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Infografis
Jet Tempur Su-27 Ukraina...
Jet Tempur Su-27 Ukraina Jatuh saat Duel Lawan Drone Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved