Seorang Ibu di Iran Dihukum Cambuk 100 Kali karena Memprotes Pembunuhan Putranya
Selasa, 26 Juli 2022 - 10:38 WIB
loading...
A
A
A
Aban mengacu pada bulan November menurut kalender Iran, di mana penumpasan terhadap penentang rezim, pemrotes, dan pembangkang terjadi pada 2019.
Mina Bai, seorang kolumnis Iran-Norwegia, dan jurnalis yang berbasis di Iran; Hossein Ronaghi memposting pesan di Twitter tentang nasib buruk Ramezani.
Ramezani meluncurkan protesnya pekan lalu sebagai bagian dari kampanye di Iran untuk memprotes kebijakan pakaian apartheid gender rezim, yang memaksa perempuan untuk mengenakan jilbab.
Menurut sebuah laporan media pemerintah AS, Radio Farda, Peyman Gholipur—saudara laki-laki Pejman—, menulis di Telegram pada 17 Juli, bahwa hukuman ibunya kemungkinan terkait dengan kampanye melawan kewajiban jilbab yang dibuka pada 12 Juli.
"Alasan terbesar mengapa mereka takut padanya adalah karena dia meneriakkan kebenaran," kata Gholipur.
"Mereka takut padanya karena dia tidak meletakkan foto Pejman selama satu menit," ujarnya, yang dikutip TheJerusalem Post, Selasa (26/7/2022).
Mina Bai, seorang kolumnis Iran-Norwegia, dan jurnalis yang berbasis di Iran; Hossein Ronaghi memposting pesan di Twitter tentang nasib buruk Ramezani.
Ramezani meluncurkan protesnya pekan lalu sebagai bagian dari kampanye di Iran untuk memprotes kebijakan pakaian apartheid gender rezim, yang memaksa perempuan untuk mengenakan jilbab.
Menurut sebuah laporan media pemerintah AS, Radio Farda, Peyman Gholipur—saudara laki-laki Pejman—, menulis di Telegram pada 17 Juli, bahwa hukuman ibunya kemungkinan terkait dengan kampanye melawan kewajiban jilbab yang dibuka pada 12 Juli.
"Alasan terbesar mengapa mereka takut padanya adalah karena dia meneriakkan kebenaran," kata Gholipur.
"Mereka takut padanya karena dia tidak meletakkan foto Pejman selama satu menit," ujarnya, yang dikutip TheJerusalem Post, Selasa (26/7/2022).
Lihat Juga :