Mohammed bin Salman Akan Bangun Pencakar Langit dari Cermin di Gurun Senilai Rp14.985 T

Senin, 25 Juli 2022 - 08:57 WIB
loading...
A A A
Pangeran MBS juga berharap Neom, secara keseluruhan, akan menciptakan ribuan lapangan kerja baru dan membiarkan negara kaya minyak itu berhenti bergantung pada sumber daya minyak untuk kekayaan.

Namun, investasi asing di Neom belum begitu muncul karena banyak negara Barat terus memboikot negara tersebut atas dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM). Pangeran Mohammed bin Salman dituduh memerintahkan pembunuhan jurnalis pembangkang Saudi, Jamal Khashoggi, pada 2018. Namun, calon raja Saudi itu telah membantah keterlibatan apa pun.

Orang lain yang memiliki sedikit keraguan politik mempertanyakan apakah proyek yang dirancang terlalu ambisius. Arab Saudi sebelumnya membatalkan rencana untuk membangun gedung pencakar langit setinggi satu mil yang akan menjadi yang tertinggi di dunia setelah mengalami kesulitan pendanaan.

Proyek Neom juga menghadapi kritik soal HAM ketika diumumkan setelah suku-suku dipindahkan secara paksa dari daerah tersebut dan pihak keamanan diduga menembak mati seorang penduduk.

Tahun penyelesaian proyek ditetapkan 2030, tetapi pembangun dan perencana kota berjuang untuk menyelesaikan banyak pertanyaan. Proyek ini awalnya direncanakan akan selesai dalam 50 tahun.

Para perencana sedang berjuang untuk menjawab apakah penduduk akan mempertimbangkan untuk tinggal di gedung bertingkat tinggi setelah pandemi, migrasi hewan dan burung, dan bagaimana menangani struktur yang berdampak pada aliran air tanah.

Perencana lingkungan mengatakan ukuran dan panjang The Mirror Line yang tipis akan mengganggu pola burung yang bermigrasi--dan kaca cermin bangunan dapat lebih membingungkan mereka, menuangkan air pada keinginan proyek untuk menjadi ramah planet.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Houthi Resmi Kobarkan...
Houthi Resmi Kobarkan Perang Melawan Arab Saudi, Ini Alasan Utamanya
Mengapa Arab Saudi dan...
Mengapa Arab Saudi dan Kuwait Mulai Melirik Pakistan? Ketergantungan pada AS Tak Lagi Mutlak
Ikuti Arab Saudi, Kuwait...
Ikuti Arab Saudi, Kuwait Cari Perlindungan dari Pakistan yang Bersenjata Nuklir
Perang Iran Dorong Saudi...
Perang Iran Dorong Saudi untuk Memiliki Senjata Nuklir, Tapi Kenapa Diganjal Trump?
Setelah 4 Bulan Tenang...
Setelah 4 Bulan Tenang dan Nyaman, Arab Saudi Kembali Dibombardir Iran
Presiden Israel Ingin...
Presiden Israel Ingin Berdamai dengan Arab Saudi: Saya Menghormati Mohammed bin Salman
Senapan Tentara Arab...
Senapan Tentara Arab Saudi Bakal Diproduksi PT Pindad, Prabowo: Senjata Kita Teruji
Trump Sesumbar AS Menang...
Trump Sesumbar AS Menang Besar di Iran
Dituduh Trump Campuri...
Dituduh Trump Campuri Pilpres AS 2020, Ini Jawaban Keras China
Rekomendasi
Raih Doktor di Unair,...
Raih Doktor di Unair, Pangi Chaniago Tawarkan Model Baru Jelaskan Split Ticket Voting di Indonesia
DNIKS dan Diplomasi...
DNIKS dan Diplomasi Kesejahteraan Sosial Indonesia
Cara PAMA Ikut Meningkatkan...
Cara PAMA Ikut Meningkatkan Kualitas Kesehatan Masyarakat
Berita Terkini
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih kepada Warga Yordania atas Bantuan dalam Menargetkan Pasukan AS
30 Drone MQ-9 Reaper...
30 Drone MQ-9 Reaper AS Ditembak Jatuh oleh Militer Iran, Ini 4 Kelemahannya
Houthi Resmi Kobarkan...
Houthi Resmi Kobarkan Perang Melawan Arab Saudi, Ini Alasan Utamanya
6 Negara dengan Sistem...
6 Negara dengan Sistem Pelayanan Kesehatan Terbaik di Dunia, 3 Ada di Asia
Mantan Agen CIA Ini...
Mantan Agen CIA Ini Minta AS Akui Iran sebagai Kekuatan Regional Utama, Berikut 3 Alasannya
Tugas Berat PM Inggris...
Tugas Berat PM Inggris Baru, Memutuskan Apa yang Terjadi jika Ada Perang Nuklir
Infografis
5 Strategi Pangeran...
5 Strategi Pangeran Mohammed bin Salman Produksi Senjata Nuklir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved