Wisuda Kampus Top di Filipina Diwarnai Penembakan, 3 Tewas

Minggu, 24 Juli 2022 - 20:20 WIB
loading...
Wisuda Kampus Top di...
Wisuda Kampus Top di Filipina Diwarnai Penembakan, 3 Tewas. FOTO/Reuters
A A A
MANILA - Tiga orang tewas dalam aksi penembakan di sebuah upacara kelulusan universitas di wilayah ibu kota Filipina , Manila, Minggu (24/7/2022). Korban tewas termasuk seorang mantan walikota dari selatan negara itu, kata polisi.

Kepala polisi Kota Quezon setempat, Remus Medina mengatakan, penembakan itu tampaknya merupakan upaya pembunuhan terhadap mantan walikota kota Lamitan selatan, Rose Furigay. "Tersangka, yang terluka dalam baku tembak dengan petugas keamanan kampus dan ditangkap setelah mengejar mobil, sekarang ditahan dan diinterogasi," kata Medina kepada wartawan, seperti dikutip dari Reuters.

Baca: Tersangka Pembunuh Shinzo Abe Jalani Pemeriksaan Mental

“Dia terlihat seperti seorang pembunuh yang gigih,” kata Medina, seraya menambahkan bahwa tersangka ditemukan dengan dua pistol. Quezon adalah bagian dari wilayah ibu kota Manila, sebuah urban sprawl dari 16 kota yang dihuni lebih dari 13 juta orang.

Furigay ditembak saat hendak menghadiri wisuda putrinya di sekolah hukum Universitas Ateneo de Manila, salah satu universitas paling bergengsi di negara itu, kata Medina.

Tersangka, yang tidak memiliki sanak saudara saat wisuda, juga merupakan penduduk asli kota Lamitan di provinsi Basilan, kubu Abu Sayyaf, kelompok ekstremis pro-Negara Islam yang dikenal karena bandit dan penculikannya.

Baca: 5 Penembak Istri Prajurit TNI Ditangkap, Tim Gabungan Buru Otak Penembakan

Dua orang lainnya yang tewas adalah seorang petugas keamanan kampus dan seorang pria tak dikenal, kata polisi. Ateneo membatalkan upacara kelulusan setelah terjadinya aksi penembakan.

Di negara Asia Tenggara, insiden penembakan terjadi secara sporadis, dengan pemilik harus memiliki izin untuk membawa senjata di tempat umum. Petugas keamanan swasta di Filipina membawa baik pistol atau senapan, dan senjata api adalah pemandangan umum di pusat perbelanjaan, kantor, bank, restoran dan bahkan sekolah.

"Kami berkomitmen kepada lembaga penegak hukum kami untuk menyelidiki pembunuhan ini secara menyeluruh dan cepat dan membawa semua yang terlibat ke pengadilan," kata Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr dalam sebuah pernyataan.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Senapan Pasukan Khusus...
Senapan Pasukan Khusus AS Bukan Hanya Sekadar Senjata, Ini 3 Keunggulannya
Gempa Guncang Filipina,...
Gempa Guncang Filipina, 15 Orang Tewas
Gempa Magnitudo 8,1...
Gempa Magnitudo 8,1 Guncang Filipina, Peringatan Tsunami Dikeluarkan, Warga Kocar-kacir Selamatkan Diri
Rentetan Penembakan...
Rentetan Penembakan Guncang Israel, 1 Tewas, 5 Luka
Bermusuhan dengan China,...
Bermusuhan dengan China, Negara Tetangga Indonesia Ini Tingkatkan Anggaran Militernya
Aneh tapi Nyata, Anjing...
Aneh tapi Nyata, Anjing Menembak Seorang Wanita di AS
Perkuat Kolaborasi Kampus,...
Perkuat Kolaborasi Kampus, MNC University Inisiasi Konsorsium Perguruan Tinggi ASEAN
WNI Dikeroyok dan Dianiaya...
WNI Dikeroyok dan Dianiaya di Malaysia, Polisi Amankan 4 Orang yang Terlibat
8 Fakta Eton College,...
8 Fakta Eton College, Sekolah Elite Pilihan Pangeran George yang Biayanya Rp1,4 Miliar!
Rekomendasi
Di Hadapan Mahasiswa,...
Di Hadapan Mahasiswa, Dasco Telepon Nanik dan Bahlil
Frans Antoni Pengendali...
Frans Antoni Pengendali Uang Fredy Pratama Digiring ke Bareskrim usai Ditangkap di Malaysia
Dokter Tifa Pakai Kursi...
Dokter Tifa Pakai Kursi Roda hingga Dibopong usai Pemeriksaan Kesehatan di RS Polri
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Infografis
3 Proyek Kereta Cepat...
3 Proyek Kereta Cepat Termahal di Dunia, Whoosh Tak Masuk Hitungan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved