Eks Jenderal AS: HIMARS Mengubah Permainan dalam Perang Ukraina

Minggu, 24 Juli 2022 - 14:13 WIB
loading...
A A A
Sebelumnya, Gedung Putih mengumumkan bahwa tambahan bantuan USD270 juta akan dikirim ke Ukraina, termasuk empat HIMARS tambahan. Sistem roket dipandang penting untuk membantu pasukan Kiev memukul mundur militer Moskow.

Baca juga: AS Tambah Bantuan Senjata untuk Ukraina Senilai Rp4 Triliun

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, pun menyambut baik bantuan ini.

"Terima kasih @POTUS untuk paket bantuan pertahanan baru untuk Ukraina. Senjata yang sangat penting dan kuat akan menyelamatkan nyawa tentara kita, mempercepat pembebasan tanah kita dari agresor Rusia. Saya menghargai persahabatan strategis antara negara kita. Bersama menuju kemenangan!" Zelensky menulis di Twitter menandai akun Presiden AS Joe Biden beberapa jam setelah Gedung Putih membuat pengumuman.

AS telah memberi Ukraina miliaran dolar bantuan militer dan kemanusiaan untuk mempertahankan diri dari agresi Moskow. Presiden Rusia Vladimir Putin meluncurkan perang yang dikutuk secara internasional lima bulan lalu pada 24 Februari, dengan klaim aneh bahwa pemerintah Kiev dipimpin oleh Nazi. Pada kenyataannya, Zelensky adalah orang Yahudi dan memiliki anggota keluarga yang terbunuh dalam genosida Holocaust yang diabadikan oleh Nazi Jerman dalam Perang Dunia II.

Kementerian Pertahanan Rusia pada hari Jumat mengklaim bahwa mereka telah menghancurkan empat HIMARS di Ukraina. Kiev membantah klaim tersebut. Pejabat militer AS sebelumnya juga menolak laporan serupa.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
60 Negara Kena Getok...
60 Negara Kena Getok Tarif Kerja Paksa AS 10-12,5%, Dedengkot BRICS Bakal Balik Melawan
AS Resmi Jalin Kerja...
AS Resmi Jalin Kerja Sama Nuklir dengan Arab Saudi di Tengah Konflik Iran
Fasilitas Baru Arab...
Fasilitas Baru Arab Saudi, Umrah Berkali-kali dalam Setahun Cukup Ajukan Visa 1 Kali
Rekomendasi
Dilantik Jadi Jampidsus,...
Dilantik Jadi Jampidsus, Kuntadi Janji Tuntaskan Kasus Besar hingga Evaluasi Perkara
Doa-doa Bakda Ashar...
Doa-doa Bakda Ashar di Hari Jumat, Jangan Lupa Amalkan!
Timnas Indonesia Kembali...
Timnas Indonesia Kembali ke Jakarta Besok Jelang Piala AFF 2026, Langsung Uji Coba Stadion Pakansari
Berita Terkini
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
Ini Sosok Pangeran Arab...
Ini Sosok Pangeran Arab Saudi yang Tewas di Hotel Mewah usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved