WHO Tetapkan Cacar Monyet sebagai Darurat Global, 75 Negara Terjangkit
Minggu, 24 Juli 2022 - 00:01 WIB
loading...
A
A
A
Cacar money atau monkeypox mirip dengan cacar manusia, yang diberantas pada 1980, dan endemik di beberapa bagian Afrika barat dan tengah.
Baca juga: Rusia Hancurkan Pangkalan Unit Black Hundred Ukraina, 300 Tentara Tewas
Gejala awalnya termasuk demam, sakit kepala, nyeri otot, sakit punggung, pembengkakan kelenjar getah bening, kedinginan, dan kelelahan, dan mereka yang menderita mengalami lesi kulit yang khas.
Kasus Eropa pertama terjadi hampir secara eksklusif pada pria gay dan biseksual, dengan pejabat kesehatan mencatat bahwa lesi muncul pada alat kelamin pasien.
Meskipun tidak jelas apakah wabah saat ini menyebar hanya melalui kontak seksual, Tedros menyatakan, “Ini adalah wabah yang terkonsentrasi di antara pria yang berhubungan seks dengan pria, terutama mereka yang memiliki banyak pasangan seksual.”
Tedros meminta kelompok-kelompok yang mewakili laki-laki gay untuk "mengadopsi langkah-langkah yang melindungi kesehatan, hak asasi manusia dan martabat masyarakat yang terkena dampak."
Meskipun demikian, kepala WHO berhenti menyerukan para pria ini untuk menjauhkan diri dari aktivitas seksual.
Baca juga: Rusia Hancurkan Pangkalan Unit Black Hundred Ukraina, 300 Tentara Tewas
Gejala awalnya termasuk demam, sakit kepala, nyeri otot, sakit punggung, pembengkakan kelenjar getah bening, kedinginan, dan kelelahan, dan mereka yang menderita mengalami lesi kulit yang khas.
Kasus Eropa pertama terjadi hampir secara eksklusif pada pria gay dan biseksual, dengan pejabat kesehatan mencatat bahwa lesi muncul pada alat kelamin pasien.
Meskipun tidak jelas apakah wabah saat ini menyebar hanya melalui kontak seksual, Tedros menyatakan, “Ini adalah wabah yang terkonsentrasi di antara pria yang berhubungan seks dengan pria, terutama mereka yang memiliki banyak pasangan seksual.”
Tedros meminta kelompok-kelompok yang mewakili laki-laki gay untuk "mengadopsi langkah-langkah yang melindungi kesehatan, hak asasi manusia dan martabat masyarakat yang terkena dampak."
Meskipun demikian, kepala WHO berhenti menyerukan para pria ini untuk menjauhkan diri dari aktivitas seksual.
Lihat Juga :