Menlu Lavrov: Rusia Punya Doktrin Sendiri Jika Dipaksa Gunakan Senjata Nuklir

Kamis, 21 Juli 2022 - 07:50 WIB
loading...
Menlu Lavrov: Rusia...
Rusia tegaskan memiliki doktrin sendiri tentang apa yang terjadi jika dipaksa menggunakan senjata nuklir. Foto/REUTERS
A A A
MOSKOW - Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergey Lavrov mengatakan Moskow mempunyai doktrin sendiri jika dipaksa menggunakan senjata nuklirnya melawan Barat.

Namun, dia kembali menegaskan bahwa tidak akan ada pemenang dalam perang nuklir.

Komentar diplomat top Rusia itu disampaikan dalam wawancaranya hari Rabu (20/7/2022) dengan Russia Today dan Sputnik.

Dia ditanya tentang kemungkinan konflik di Ukraina akan memprovokasi perang nuklir antara Rusia dan Barat karena upaya berkelanjutan oleh Amerika Serikat (AS) dan sekutunya untuk meningkatkan situasi.

Baca juga: Rusia Resmi Dipersenjatai Kapal Selam Kiamat dengan Poseidon, Bisa Bikin AS Tsunami 500 Meter

Lavrov menjawab; "Kami [Rusia] memprakarsai banyak pernyataan dari lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB bahwa tidak akan ada pemenang dalam perang nuklir, itu tidak akan pernah bisa dimulai.”

“Ini adalah sikap kami. Dan kami akan berdiri teguh pada pendirian ini,” tegasnya.

"Rusia memiliki doktrinnya sendiri yang dengan jelas menetapkan apa yang bisa terjadi ketika kita akan dipaksa untuk menggunakan senjata nuklir," papar Lavrov.

Doktrin tersebut hanya mengizinkan penggunaan senjata nuklir jika senjata semacam itu, atau jenis senjata pemusnah massal lainnya, digunakan untuk menargetkan Rusia, atau jika negara Rusia menghadapi ancaman eksistensial dari senjata konvensional.

Lavrov juga mengecam pemerintah AS karena mencoba memutarbalikkan konflik Ukraina.

"Mereka bertindak, ya, tidak bertanggung jawab, menurut saya. Dan rencana yang mereka buat, mereka bangun, mereka benar-benar memiliki beberapa risiko," ujarnya.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Senat AS Sahkan Resolusi...
Senat AS Sahkan Resolusi Penghentian Perang Iran, Pukulan Telak bagi Trump
Trump Ungkap Dana Iran...
Trump Ungkap Dana Iran yang Dilepaskan akan Digunakan untuk Beli Barang-barang AS
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Penembakan Massal di...
Penembakan Massal di Sekolah Filipina Tewaskan 3 Siswa, 2 Pelaku Remaja Ditahan
Iran Beberkan Alasan...
Iran Beberkan Alasan Walk Out saat Negosiasi dengan AS, Singgung Trump
Rekomendasi
Mantan Kapolres Bima...
Mantan Kapolres Bima Terima Dana dari Bandar Narkoba, Pengacara: Tuduhan Mengada-ada
Harga Emas Terjun Rp18...
Harga Emas Terjun Rp18 Ribu, Hari Ini 1 Gram Dijual Rp2.655.000 per Gram
Menkeu Purbaya Raih...
Menkeu Purbaya Raih Gelar Profesor Kehormatan Bidang Ekonomi dari Nankai University
Berita Terkini
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Menlu AS Jual Kesepakatan...
Menlu AS Jual Kesepakatan Damai dengan Iran ke Negara-negara Arab
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Senat AS Sahkan Resolusi...
Senat AS Sahkan Resolusi Penghentian Perang Iran, Pukulan Telak bagi Trump
Infografis
Siapa Lebih Unggul Pakistan...
Siapa Lebih Unggul Pakistan atau India dalam Senjata Nuklir?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved