Lagi, AS Sukses Uji Rudal Hipersonik yang Bisa Melesat 5 Kali Kecepatan Suara
Selasa, 19 Juli 2022 - 22:40 WIB
loading...
A
A
A
Kendaraan air-breathing menggunakan udara yang ditangkap dari atmosfer untuk mencapai propulsi berkelanjutan. Jenis propulsi yang berbeda bekerja di ruang hampa.
Ada empat tes senjata hipersonik air-breathing sejak September. Produk Raytheon telah berhasil dua kali, dan Lockheed memiliki satu tes yang berhasil dan satu kegagalan.
“Memajukan kemampuan hipersonik bangsa kita adalah keharusan nasional yang kritis, dan ini merupakan langkah maju yang penting. Memiliki tes penerbangan yang sukses secara berturut-turut memberi kami kepercayaan diri yang lebih besar dalam kematangan teknis prototipe HAWC kami,” kata Wes Kremer, presiden unit bisnis Raytheon's Missiles & Defense, seperti dilansir Reuters, Selasa (19/7/2022).
Selama uji terbang, setelah melepaskan HAWC dari pesawat dan mempercepat ke kecepatan hipersonik menggunakan mesin scramjet. Demikian disampaikn Raytheon dalam sebuah pernyataan;
"Kendaraan itu terbang pada lintasan yang dirancang oleh para insinyur untuk secara sengaja menekankan konsep senjata untuk mengeksplorasi batasnya dan lebih lanjut memvalidasi model kinerja digital," kata Raytheon.
Ada empat tes senjata hipersonik air-breathing sejak September. Produk Raytheon telah berhasil dua kali, dan Lockheed memiliki satu tes yang berhasil dan satu kegagalan.
“Memajukan kemampuan hipersonik bangsa kita adalah keharusan nasional yang kritis, dan ini merupakan langkah maju yang penting. Memiliki tes penerbangan yang sukses secara berturut-turut memberi kami kepercayaan diri yang lebih besar dalam kematangan teknis prototipe HAWC kami,” kata Wes Kremer, presiden unit bisnis Raytheon's Missiles & Defense, seperti dilansir Reuters, Selasa (19/7/2022).
Selama uji terbang, setelah melepaskan HAWC dari pesawat dan mempercepat ke kecepatan hipersonik menggunakan mesin scramjet. Demikian disampaikn Raytheon dalam sebuah pernyataan;
"Kendaraan itu terbang pada lintasan yang dirancang oleh para insinyur untuk secara sengaja menekankan konsep senjata untuk mengeksplorasi batasnya dan lebih lanjut memvalidasi model kinerja digital," kata Raytheon.
Lihat Juga :