Profil Mike Pompeo, Mantan Menlu AS yang Sebut China Lakukan Genosida Kepada Muslim Uighur

Selasa, 19 Juli 2022 - 16:30 WIB
loading...
A A A
Lebih lanjut, Pompeo memulai karirnya sebagai pengacara untuk Williams & Connolly di Washington. Dikutip dari situs Biography, tak lama setelahnya dia pindah ke Kansas. Tepatnya pada tahun 1996. Selain itu, dia juga turut mendirikan Thayer Aerospace.

Mike Pompeo kemudian menjadi Presiden Sentry International, sebuah perusahaan manufaktur dan layanan peralatan ladang minyak. Karir politiknya dimulai ketika Pompeo terpilih sebagai Anggota Kongres pada 2010. Dia mewakili distrik ke-4 Kansas.

Perlahan, namanya mulai dikenal dengan berbagai prinsip dan pemikirannya. Salah satunya ketika memprotes kesepakatan nuklir tahun 2015 yang dicapai Iran dan enam negara kuat di dunia. Dia pun mendesak agar AS menjauhi kesepakatan tersebut atau setidaknya tak ikut terlibat.

Mike Pompeo sebelumnya dikenal sering mengkritik Donald Trump karena dianggap terlalu otoriter. Namun, setelahnya dia beralih menjadi pendukungnya dalam Pemilihan Presiden AS. Pada era Donald Trump, dia didaulat menjadi Direktur CIA pada 2017 dan Menteri Luar Negeri AS pada 2018.

Dikenal sebagai salah satu loyalis terkuat Trump, Mike Pompeo beberapa kali memunculkan persepsi yang menuai sorotan. Salah satunya adalah ketika dirinya menyebut perlakuan China kepada Muslim Uighur sebagai genosida.

Baca juga: Pemerintahan Trump Sebut Represi China pada Uighur sebagai Genosida
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Negosiator Iran dan...
Negosiator Iran dan AS Bertemu di Jenewa untuk Babak Baru Pembicaraan Demi Akhiri Perang
Rekor! Polisi Australia...
Rekor! Polisi Australia Sita 3 Ton Kokain Senilai Rp10,2 Triliun
Rekomendasi
SIG Sulap 60 Ton Sampah...
SIG Sulap 60 Ton Sampah Kelapa Jadi Pakan Ternak, Peternak di Aceh Hemat 60%
Berkas Perkara 3 Pejabat...
Berkas Perkara 3 Pejabat Bea Cukai Dilimpahkan ke Pengadilan, Segera Disidang
Kajari Serdang Bedagai...
Kajari Serdang Bedagai Diamankan Kejagung, Diduga Tak Profesional
Berita Terkini
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Infografis
Kapal Selam Nuklir China...
Kapal Selam Nuklir China yang Bikin AS Ketar-ketir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved