Ukraina Ogah Konfliknya Dibandingkan dengan Perang Korea
Selasa, 19 Juli 2022 - 13:06 WIB
loading...
A
A
A
Rusia telah berulang kali mengatakan operasinya di Ukraina berjalan “sesuai rencana.” Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan pada akhir Juni akan "salah" untuk menetapkan tenggat waktu tertentu untuk itu. Dia juga menyatakan keyakinannya atas tindakan para komandan militer Rusia.
Sekitar waktu yang sama, Zelensky mengatakan kepada KTT G7 bahwa dia ingin melihat konflik berakhir pada akhir tahun sebelum musim dingin tiba, menurut Reuters.
Rusia mengirim pasukan ke Ukraina pada 24 Februari, karena kegagalan Kiev mengimplementasikan perjanjian Minsk, yang dirancang untuk memberikan status khusus wilayah Donetsk dan Lugansk di dalam negara Ukraina.
Protokol, yang ditengahi Jerman dan Prancis, pertama kali ditandatangani pada 2014.
Mantan Presiden Ukraina Petro Poroshenko sejak itu mengakui tujuan utama Kiev adalah menggunakan gencatan senjata untuk mengulur waktu dan “menciptakan angkatan bersenjata yang kuat.”
Pada Februari 2022, Kremlin mengakui republik Donbass sebagai negara merdeka dan menuntut agar Ukraina secara resmi menyatakan dirinya sebagai negara netral yang tidak akan pernah bergabung dengan blok militer Barat mana pun. Kiev menegaskan serangan Rusia benar-benar tidak beralasan.
Sekitar waktu yang sama, Zelensky mengatakan kepada KTT G7 bahwa dia ingin melihat konflik berakhir pada akhir tahun sebelum musim dingin tiba, menurut Reuters.
Rusia mengirim pasukan ke Ukraina pada 24 Februari, karena kegagalan Kiev mengimplementasikan perjanjian Minsk, yang dirancang untuk memberikan status khusus wilayah Donetsk dan Lugansk di dalam negara Ukraina.
Protokol, yang ditengahi Jerman dan Prancis, pertama kali ditandatangani pada 2014.
Mantan Presiden Ukraina Petro Poroshenko sejak itu mengakui tujuan utama Kiev adalah menggunakan gencatan senjata untuk mengulur waktu dan “menciptakan angkatan bersenjata yang kuat.”
Pada Februari 2022, Kremlin mengakui republik Donbass sebagai negara merdeka dan menuntut agar Ukraina secara resmi menyatakan dirinya sebagai negara netral yang tidak akan pernah bergabung dengan blok militer Barat mana pun. Kiev menegaskan serangan Rusia benar-benar tidak beralasan.
(sya)
Lihat Juga :