Isi Surat Tersangka Pembunuh Shinzo Abe Diungkap Media

Senin, 18 Juli 2022 - 16:20 WIB
loading...
Isi Surat Tersangka...
Tetsuya Yamagami merupakan tersangka pembunuh mantan PM Jepang Shinzo Abe. Foto/REUTERS
A A A
TOKYO - Pria yang diyakini membunuh mantan Perdana Menteri (PM) Jepang Shinzo Abe awal bulan ini telah memberikan petunjuk tentang rencananya dalam surat yang ditulis sebelumnya.

Laporan itu diklaim media Jepang. Pada Minggu (17/7/2022), beberapa outlet berita menyatakan Tetsuya Yamagami pada suatu saat mengirim pesan tertulis untuk mengkritik Unification Church, organisasi yang disalahkan pria berusia 41 tahun itu atas kejatuhan keluarganya.

Dalam surat itu, Yamagami, antara lain, melontarkan kritik keras kepada Abe, yang dia yakini memiliki hubungan dengan kelompok agama tersebut.

Baca juga: Tony Blair: Perang Ukraina Ungkap Dominasi Barat Berakhir saat China Bangkit

Menurut media yang mengutip penerima surat, yang identitasnya belum diungkapkan, calon pembunuh itu telah menunjukkan dia ingin membunuh mantan perdana menteri itu.

Yamagami dikutip mengatakan dia "merasa pahit" terhadap Abe, yang di matanya telah menjadi "salah satu simpatisan paling berpengaruh dari Unification Church di dunia nyata."

Polisi sekarang dilaporkan mengetahui pesan tersebut.

Baca juga: Perang Rusia-Ukraina Diprediksi Bakal Mirip Perang Korea, Berlangsung 6 Bulan

Mantan perdana menteri ditembak pada 8 Juli saat menyampaikan pidato kampanye pemilu di jalanan kota Nara.

Politisi itu dilarikan ke rumah sakit. Namun, meskipun dokter berusaha menyadarkannya, dia "tidak menunjukkan tanda-tanda vital" dan segera dinyatakan meninggal.

Terduga pembunuh, yang memiliki senjata rakitan, ditembak polisi di tempat kejadian.

Yamagami kemudian mengungkapkan kepada penyelidik bahwa sumbangan ibunya ke Unification Church telah membuat keluarganya bangkrut.

Paman tersangka membenarkan bahwa wanita itu telah mengeluarkan total 100 juta yen (USD720.000).

Organisasi, yang secara resmi dikenal sebagai Federasi Keluarga untuk Perdamaian dan Penyatuan Dunia, adalah gerakan keagamaan yang relatif baru yang didirikan di Korea Selatan pada 1954 oleh Sun Myung Moon, yang mengaku sebagai seorang mesias.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
Mobil Buatan Amerika...
Mobil Buatan Amerika Serikat Dapat Ujian Besar di Pasar Jepang
Mantan Menteri Kehakiman...
Mantan Menteri Kehakiman Korsel Divonis 25 Tahun Penjara Terkait Peran dalam Darurat Militer
Venezuela Luluh Lantak...
Venezuela Luluh Lantak Diguncang 2 Gempa Dahsyat, Ini Pemicunya?
Rekomendasi
Kantongi Pendanaan USD11,3...
Kantongi Pendanaan USD11,3 Juta, FLOQ Pacu Integrasi Teknologi Blockchain
Tanpa Kompensasi, Harga...
Tanpa Kompensasi, Harga Asli Pertamax Tembus Rp20.000 per Liter
Ekuador vs Jerman: Der...
Ekuador vs Jerman: Der Panzer Kejar Angka 12
Berita Terkini
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Infografis
Menghebohkan! Media...
Menghebohkan! Media Rusia Tuntut Google USD20 Desiliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved