Iklan Kencan dengan Wanita Ukraina Kesepian Bermunculan, Ini Sikap Inggris

Kamis, 14 Juli 2022 - 15:55 WIB
loading...
Iklan Kencan dengan...
Sejumlah iklan kencan dengan wanita Ukraina bermunculan di media Inggris. Foto/daily mail
A A A
LONDON - Iklan kencan dengan wanita Ukraina yang kesepian bermunculan di internet. Regulator periklanan Inggris segera mengambil langkah tegas dengan melarang iklan kencan online tersebut.

Otoritas Inggris menganggap iklan yang menawarkan kesempatan bertemu "wanita Ukraina yang kesepian" itu dianggap menyinggung.

Dalam pernyataan yang diterbitkan pada Rabu (13/7/2022), Otoritas Standar Periklanan (ASA) membahas tiga iklan untuk layanan kencan online SofiaDate yang terlihat pada Mei 2022.

Baca juga: Ketahuan Brutal, Israel Janji Cari Kuburan 20 Tentara Mesir yang Dibakar Hidup-hidup

Iklan yang pertama, muncul di situs web Dorset Echo, menampilkan gambar seorang wanita di balkon dengan teks, “Wanita Ukrania. Temui Ribuan Wanita Ukraina yang Kesepian. Lupakan Kesepian. Biarkan Dirimu Bahagia.”

Iklan kedua, terlihat di situs surat kabar Skotlandia, The National, yang memiliki gambar yang sama dengan teks yang berbeda, “Wanita Ukrania. Menghubungkan Para Lajang di Seluruh Dunia dengan Pasangan Ideal Mereka.”

Baca juga: Penyakit Misterius Muncul di Tanzania, 3 Tewas dan 10 Pasien Diisolasi

Iklan yang ketiga, juga di situs The National, menunjukkan seorang wanita di depan matahari terbenam dengan teks, “Wanita Ukrania… Sofiadate.com.”

“Para pelapor, yang merasa iklan tersebut tidak pantas di tengah konflik Ukraina yang sedang berlangsung, mempertanyakan apakah iklan tersebut menyinggung,” ungkap ASA.

ASA menambahkan Astrasoft Projects Ltd yang diperdagangkan sebagai SofiaDate telah menghapus iklan tersebut.

Pengawas memutuskan fokus pada wanita Ukraina yang berpakaian "dengan cara yang disebutkan di atas," serta referensi tentang kesepian mereka, menyoroti kerentanan mereka dan menghubungkannya "dengan daya tarik seksual mereka."

“Untuk alasan itu, kami menyimpulkan bahwa iklan tersebut cenderung menyebabkan pelanggaran serius,” papar ASA.

ASA memutuskan, “Iklan tersebut tidak boleh muncul lagi dalam bentuk yang dikeluhkan, dan mengeluarkan peringatan kepada SofiaDate.”

Regulator mengatakan pihaknya mempertimbangkan beberapa faktor. Pertama, ASA mengklaim, “Ada kepekaan yang meningkat tentang referensi ke negara, dan kerentanan wanita Ukraina telah menjadi area perhatian publik.”

Pengawas juga memperhitungkan kontroversi seputar skema “Rumah untuk Ukraina” pemerintah Inggris.

Program, yang mendorong anggota masyarakat untuk berbagi rumah mereka dengan pengungsi Ukraina, telah menimbulkan kekhawatiran tentang keselamatan perempuan Ukraina lajang.

Pada April, Badan Pengungsi PBB (UNHCR) meminta pihak berwenang Inggris mengembangkan "proses pencocokan yang lebih tepat" untuk memastikan bahwa wanita dan wanita dengan anak-anak tidak cocok dengan tuan rumah pria lajang.

ASA juga mengungkapkan The National dan Newsquest Media Group, yang diperdagangkan sebagai Dorset Echo, sebenarnya membela iklan tersebut, dengan mengatakan bahwa iklan tersebut “tampak konvensional”, tidak merujuk pada konflik di Ukraina, tidak partisan, dan “tidak menyinggung wanita Ukraina atau orang-orang Ukraina pada umumnya.”

Namun, media holding menanggapi keluhan dan menghapus iklan itu. Mereka mengakui iklan itu mungkin tidak konsisten dengan kebijakan penolakan iklan untuk prostitusi dan perdagangan manusia.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Belajar dari Inggris,...
Belajar dari Inggris, Tembakau Alternatif Bisa Hentikan Kebiasaan Merokok
AS: Selat Hormuz Terbuka...
AS: Selat Hormuz Terbuka untuk Dilalui Semua Kapal Tanpa Biaya Tol
Pulau Antartika Australia...
Pulau Antartika Australia Diserang Flu Burung, Ribuan Anak Anjing Laut Mati!
Rekomendasi
5 Titik Aksi Demo di...
5 Titik Aksi Demo di Jakarta Hari Ini, 4.263 Personel Gabungan Dikerahkan
Kejati Banten Usut Dugaan...
Kejati Banten Usut Dugaan Korupsi 3 Yayasan, Warek II UIN Jakarta Beberkan Bukti Penting
62 Juta Barel Minyak...
62 Juta Barel Minyak dari Selat Hormuz Siap Banjiri Kilang Asia
Berita Terkini
Senator Amerika Geram...
Senator Amerika Geram dengan Kesepakatan AS dan Iran: 'Juju Saja, Kita Menyerah'
Militer AS Telah Cabut...
Militer AS Telah Cabut Blokade Iran atas Perintah Trump
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Mojtaba Khamenei: Iran...
Mojtaba Khamenei: Iran dan AS Capai Kesepakatan karena Trump Putus Asa
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, Wapres Amerika Berbalik Kecam Israel
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Infografis
10 Atlet Dengan Bayaran...
10 Atlet Dengan Bayaran Tertinggi 2026: Messi Dikalahkan Petinju Canelo Alvarez
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved