Alih-alih Berempati, Nasionalis China Rayakan Eks PM Jepang Shinzo Abe Ditembak Mati

Sabtu, 09 Juli 2022 - 17:11 WIB
loading...
A A A
Misalnya, adalah pemerintah nasionalis China yang memimpin negara itu melewati Perang China-Jepang antara tahun 1937 hingga 1945. Banyak orang China masih merasa dendam terhadap Jepang atas kejahatan perang yang dilakukan selama konflik itu, dan untuk merebut sebagian besar daratan China.

Seniman dan aktivis China Badiucao men-tweet pada hari Jumat bahwa beberapa nasionalis China sedang merayakan kematian Abe.

"Nasionalis China di Weibo mulai merayakan bahwa mantan PM Jepang Abe ditembak selama kampanye hari ini. Mereka menyebut penyerang sebagai 'pahlawan' dan mengirim harapan kematian kepada Abe," tulis Badiucao, seperti dikutip Newsweek, Sabtu (9/7/2022).

Seniman tersebut mengutip sebuah posting dari WeChat, platform media sosial populer di China, yang mengatakan: "Saya harap ini adalah PM Jepang saat ini tertembak...dan juga dari Korea."

Menurut posting aktivis tersebut, komentar yang lain di platform berisi candaan tentang makan semangkuk nasi ekstra untuk merayakan kematian Abe.

Dia juga mem-posting tangkapan layar dari balasan Twitter yang mengatakan: "Abe sudah mati, ini seperti, buka sampanye".

Yang lain men-tweet: "Saya benci pemerintah negara saya, tetapi itu tidak menghentikan saya untuk mencintai negara saya, merayakan kematian Abe. Bagus untuk kematian. Sampanye pop! selesai."

"Saya menunggu kematian Abe," bunyi posting kubu nasionalis China yang diperlihatkan seniman tersebut. "Siapa penyerangnya, saya ingin menyumbangkan uang," imbuh posting warga China lainnya. "Saya harus mengatakan, ini adalah berita bagus."

Seniman terseut bahkan menunjukkan foto percakapan WeChat kelompok nasionalis China dengan gambar tersangka penembak yang ditangkap.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
Eks Presiden Korsel...
Eks Presiden Korsel Divonis 30 Tahun Penjara Terkait Operasi Drone ke Korut
Trump: Uranium Iran...
Trump: Uranium Iran Akan Dimusnahkan
Rekomendasi
Menakar Efek Domino...
Menakar Efek Domino Pertamax Rp16.250: Waspada Ancaman Inflasi
Haiti vs Skotlandia,...
Haiti vs Skotlandia, John McGinn Bawa Dark Blues unggul di Babak Pertama
FIFA Minta Timnas Mesir...
FIFA Minta Timnas Mesir Hapus 7 Bintang di Jersey Jelang Lawan Belgia
Berita Terkini
Pemimpin Oposisi Zionis:...
Pemimpin Oposisi Zionis: Kesepakatan Damai AS-Iran Berarti Tak Satu Pun Tujuan Perang Israel Tercapai
Perseteruan Memanas,...
Perseteruan Memanas, Jet Tempur Swedia Cegat Pesawat Militer Rusia
Jenderal Jerman Duga...
Jenderal Jerman Duga Rusia Bakal Kerahkan Senjata Nuklir ke Luar Angkasa, Bisa Picu Kiamat Satelit
Perempuan Cantik Ini...
Perempuan Cantik Ini Tewas dalam Atraksi Lompat Jembatan 30 Meter karena Petugas Lupa Pasang Tali Pengaman
Uni Emirat Arab Bayar...
Uni Emirat Arab Bayar Iran Rp355,5 Triliun agar Berhenti Menyerang
Swedia: Konflik Rusia-NATO...
Swedia: Konflik Rusia-NATO Bisa Pecah dalam Waktu Dekat
Infografis
5 Pejabat China yang...
5 Pejabat China yang Dieksekusi Mati karena Korupsi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved